oleh

Pembebasan Bendung Rengrang Alot

KOTA – Pembebasan lahan untuk Bendung Rengrang di Desa Cijambe, Kecamatan Paseh, sedikit alot.
Pasalnya, ada persoalan satu bidang tanah milik beberapa keluarga yang luas tanah yang semula sekitar 4.000 meter persegi, hilang hampir setengahnya karena tergerus Sungai Cipeles.

Lahan di Desa Cijambe untuk saluran irigasi Bendung Rengrang itu, ada 8 hektar lebih yang terdiri dari 88 bidang dengan harga ganti rugi Rp 64.000 permeter persegi.

“Kalau pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) kan mengukur bukti fisik saja yang ada diukur,” kata Sekretaris Pengadaan Tanah BPN Sumedang, Obar di Balai Desa Cijambe, Senin (15/5).

Menurut Kepala Desa Cijambe, Ence Casyadi, tanah itu katanya ada 4.000 meter persegi milik 8 keluarga. Namun sewaktu pengukuran, memang tidak semuanya menyaksikan hanya diwakili oleh seorang keluarganya, sehingga terjadi komplin masalah luas tanah tersebut.

“Namun akhirnya semuanya menerima dan uang itu dibagi kepada tujuh orang,” kata kades.
Persoaln masalah ganti rugi tanah untuk Bendung Rengrang ini, dimusyawarahkan di Balai Desa Cijambe, disaksikan petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, M Faisal dan Camat Paseh Nandang Suparman.

“Persoalan tanah ini sebenarnya bukan komplain kepada panitia pembebasan lahan, tetapi tanah itu memang hilang,” kata Faisal.

Menurut Camat, di Kecamatan Paseh ada tiga desa yang bakal dilalui irigasi Bendung Rengrang. Yaitu selain Desa Cijambe, juga Desa Pasireungir dan Desa Padanaan. Bendung Rengrang seluruhnya bendungnya akan menggenangi 6 hektar lebih.

Selain di Kecamatan Paseh, juga ada di Desa Malaka Kecamatan Situraja. Sementara pemamanfaatan airnya untuk pengairan sawah di Kecamatan Tomo dan Ujungjaya, sebagai pengganti 2.000 hektar sawah yang hilang tenggelam Bendungan Jatigede. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed