oleh

Jelang Ramadhan si Melon Kembali Sulit Didapat

**Pemdes Cintamulya Gelar Operasi Pasar

Menjelang Ramadhan, stok gas elpiji ukuran 3 kilogram kembali menghilang. Meskipun ada, harganya cukup meroket dikisaran Rp 25 ribu sampai Rp 35ribu. Lalu bagaimana upaya pemerintah menyelesaikan masalah ini, berikut catatannya.

IMAN NURMAN, Jatinangor

Bulan suci Ramadhan masih terbilang dua pekan lagi. Namun beberapa harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik. Tak hanya itu barang komoditi lain seperti gas elpiji ukuran 3 kg sulit didapat.

Meskipun ada harganya terbilang tinggi dan tak terjangkau masyarakat miskin. Selain memberatkan pengguna gas yang notabene masyarakat tidak mampu, mahalnya gas elpiji ini menyebabkan fluktuasi di pasaran.

Ketika harga gas naik, maka harga kebutuhan pokok pun ikut naik. Jelas saja, kondisi ini membuat galau masyarakat pemanfaat gas si melon itu.

Namun jangan berkecil hati. Sebab masih banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk menekan tingginya harga gas itu. Salah satunya menggelar operasi pasar. Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Cintamulya bekerja sama dengan salah satu agen gas elpiji di Kecamatan Cimanggung.

Baru-baru ini pemerintah desa menggelar operasi pasar. Kepala Desa Cintamulya, Dadan Wardana mengatakan operasi ini digelar karena sulitnya mendapatkan tabung gas ukuran 3 Kg di wilayah Kecamatan Jatinangor.

Kata Dadan masyarakat khawatir saat jelang bulan Ramadhan harga si melon cukup mahal. Pembina Parade Nusantara Kabupaten Sumedang ini pun membenarkan jika sulitnya mendapatkan tabung gas ukuran 3 Kg sangat diresahkan masyarakat. apalagi menjelang Ramadhan.

“Saya merespon kekhawatiran masyarakat dan mengajukan kerjasama dengan Disperindag Sumedang untuk kerjasama menggelar Operasi Pasar gas 3 Kg di wilayah kami dengan harga 16.500 per tabung. Meskipun dengan jumlah terbatas namun kami sangat mengapresiasi,” katanya saat berbincang dengan Sumeks, kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya hanya diberi jatah 200 tabung gas saja. Dan itupun habis dalam waktu kurang dari satu jam.

“Meski operasi pasar ini baru pertama kali dilakukan namun, antusias warga sangat tinggi. Warga berharap tak hanya kali ini saja sebab, keberadaan gas 3 Kg masih sulit didapatkan,” ujarnya.

Diakui Dadan, andai pun warga mendapatkannya, gas 3 Kg tersebut dijual dengan harga yang cukup tinggi. Yakni, pada kisaran Rp 25.000 sampai dengan Rp 35.000 per tabung.

“Warga berharap, operasi pasar tersebut tak hanya dilakukan kali ini saja. Ya semoga pemerintah daerah dapat lebih merespon keinginan masyarakat,” tandasnya.

Seorang warga, Agus Tomson mengaku senang adanya operasi pasar itu. Sebab, dirinya sangat membutuhkan gas. Sebab, gas yang ada saat ini cukup mahal. Apalagi, kata dia, menjelang Ramadhan penggunaan gas akan meningkat dibanding bulan-bulan biasa.

“Kalau puasa kan pakai gas lebih sering. Contoh waktu berbuka dan sahur. Sekarang bagaimana kalau waktu sahur gas habis? Kan repot harus nyari keluar,” katanya.

Dia berharap, operasi gas dilakukan kembali mengingkat harga gas saat ini belum stabil. Bahkan, diprediksi stok gas akan kembali sulit dihari-hari puasa dan menjelang lebaran. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed