oleh

Berawal dari Minimnya Kesadaran Masyarakat untuk KB

**Kampung Cadasri, Desa Banjarsai, jadi Kampung KB

Minimnya kesadaran masyarakat untuk menekan jumlah anak (melakukan keluarga berencana (KB), ditambah sulitnya akses ke kampung Cadasri, Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal, membuat kampung ini dijadikan kampung KB oleh pemerintah. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Jatinunggal

PENCANANGAN Kampung KB mendorong masyarakat untuk bisa hidup lebih sejahtera dengan program keluarga berencana. Keramahan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal menyambut rombongan pemerintah Kabupaten Sumedang, dan rombongan BKKBN untuk meresmikan kampung KB di kampung tersebut.

Terpantau, warga Desa Banjarsari sudah mengerumuni salah satu lapangan yang ada di kampung Cadasri untuk menyaksikan pencanangan kampung KB tersebut. Panasnya terik Matahari tak menghalangi warga untuk turun ke lapangan menyaksikan rangkaian acara yang sudah dikemas.

Mulai dari penyambutan tamu dengan kuda singa, penampilan pencak silat dan tarian islami yang dilakukan oleh pemuda desa tersebut.

Kepala Desa Banjarsari, Endang Susilawati, menyebutkan, bahwa latar belakang kampung Cadasri yang ada di Dusun Kubang itu karena letak wilayahnya yang terpencil. Ditambah, kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB masih minim dan banyaknya warga miskin yang terdapat di kampung tersebut.

“Dalam hal ini, salah satu yang melatar belakangi dijadikannya kampung ini sebagai kampung KB adalah karena jumlah KK miskin di kampung ini sangat tinggi,” kata dia saat ditemui di sela kegiatan Pegukuhan Pencanangan Kampung KB, belum lama ini.

Oleh sebab itu, rendahnya ekonomi masyarakat di lingkungan Dusun Kubang itu sampai-sampai adanya anak yang berusia dibawah 21 tahun yang tidak sekolah, penyebab hal itu karena masyarakat tidak menyadari pentingnya KB.

Lebih jauhnya, kondisi masyarakat yang ekonominya lemah mengakibatkan dampak lain seperti banyaknya rumah yang tidak layak huni dan minimnya jambanisasi.

“Semua kondisi ini pasti bisa berubah kalau program kampung KB ini bisa berjalan dengan lancar dan pesat,” katanya lagi.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Nazam menjelaskan, bahwa kampung KB itu adalah program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI pada tahun 2016.

Yang paling pertama ditetapkan adalah di Desa Kertasinga, Kota Cirebon, dan untuk di Sumedang sudah ada kampung KB yang dinamakan kampung KB Naluk. Kampung KB Naluk itu bisa disebut juga sebagai kampung KB Nasional. Sebab bukan hanya dari Jawa Barat saja yang datang untuk belajar, melainkan ada juga dari Irian Jaya dan Kalimantan.

“Kami yakin kampung KB yang ada disini (Banjarsari) bisa lebih pesat dari kampung KB Naluk, melihat respon dari masyrakatnya saya sangat optimis,” katanya.

Dia menyampaikan, bahwa indikator-indikator yang harus dicapai dari program tersebut adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh sebab itu kampung KB harus ada intervensi dari sektor pendidikan. Setelah adanya kampung KB ini tidak diharapkan adanya anak yang tidak sekolah lagi. Selain itu dari segi kesehatan dan Ekonomi juga harus ada kemajuan.

“Saya hadirkan beberapa unsur baik itu dari pihak pendidikan, kesehatan dan ekonomi, agar bisa intervensi secara bersama-sama,” katanya lagi.

Pada dasarnya, kehadiran kampung KB itu harus bisa mendorong masyarakat untuk merubah pola hidupnya untuk mencapai indikator-indikator yang sudah disampaikan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sumedang, Eka Stiawan yang hadir dalam pengukuhan pencanangan kampung KB tersebut siap untuk mendukung program tersebut.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, siap untuk mendukung program kampung KB yang ada di Desa Banjarsari ini,” singkatnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed