oleh

Akur Didorong Maju Pilkada

** Sosok yang Muda, Kreatif dan Inovatif

KOTA – Selepasnya mundur dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumedang, Asep Kurnia, mendapat dorongan masyarakat untuk maju menjadi bupati atau wakil bupati Sumedang 2018 mendatang.

Dorongan tersebut datang dari banyak pihak, baik masyarakat maupun tokoh masyarakat Sumedang. Dimata masyarakat, Asep Kurnia merupakan sosok muda yang kreatif dan inovatif. Hal itu dibuktikannya ketika menjabat sebagai ketua KPUD Kabupaten Sumedang.

Di usianya yang masih muda, tak membuat sosok yang satu ini minder. Terbukti, justru anak pertama dari empat bersaudara pasangan Nurali dan Enok Setiawati (almarhumah) ini mampu membuktikan kualitas dirinya dengan menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang termuda tahun 2007.

Setelah sebelumnya, sejak tahun 2003, menjadi anggota KPU Sumedang. Pertama menjadi ketua KPU Sumedang usianya masih 27 tahun.

Bahkan, anak dari mantan kepala desa pertama di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang ini mampu membuktikan kualitasnya sebagai sosok pemimpin yang mampu membawa KPU Sumedang dua periode berturut-turut sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang mandiri, netral, profesional, dan berintegritas.

Baru-baru ini, Sumedang Ekspres berkesempatan mewawancarai sosok muda, cerdas, dan prestasi ini. Berikut petikan wawancara ekslusifnya.

Sejak kapan aktif berorganisasi?

Sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) saya aktif di berbagai organisasi sekolah. Memasuki bangku SMA, saya terus mematangkan diri dalam berorganisasi dengan menjadi Ketua Osis SMA Petang Sumedang. Memasuki bangku kuliah, di Fakultas Hukum Universitas Pasundan, saya menjadi ketua senat.

Siapa sosok yang menginspirasi hingga membuat Bapak seperti saat ini?
Kedua orang tua saya. Baik Ibu maupun Bapak, mereka adalah sosok yang menginsiprasi saya hingga saat ini. Saya belajar dari orang tua saya, dan hingga saat ini mereka selalu menjadi panutan saya dalam menjalani hidup, baik pribadi maupun karir.

Kenapa tertarik menjadi bagian dari KPU Sumedang?

Karena dilatarbelakangi keinginan untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya masyarakat di Sumedang dalam memilih kepala daerah. Harapannya, agar lahir pemimpin/kepala daerah yang berkualitas dan memiliki integritas dalam mengembangkan daerah yang dipimpinnya.

Suka duka selama menjabat sebagai Ketua KPU Sumedang?
Sukanya banyak, karena saya menjalani aktivitas sebagai ketua KPU Sumedang itu dengan sepenuh hati.

Sehingga tanggung jawab yang harus ditanggung terasa lebih ringan karena dalam menjalaninya dinikmati sebagai bagian dari pekerjaan. Termasuk, ketika ada masyarakat yang melakukan demo atau complain itu bukan sesuatu yang berat, karena itu merupakan bagian dari pekerjaan dan bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Apa yang membuat Bapak enjoy dalam menjalani sekaligus menghadapi beban pekerjaan dan tanggung jawab di semasa di KPU Sumedang?

Yang membuat saya bahagia yaitu masyarakat Sumedang yang ramah dan santun. Alhamdulillah di Sumedang ini warganya sadar hukum. Jadi kalaupun ada yang komplain ataupun demo itu dilakukan menggunakan saluran-saluran yang disediakan, sehingga tidak timbul anarkis.

Menghadapi Pilkada Sumedang 2018, apa yang Bapak harapkan sebagai mantan Ketua KPU Sumedang?

Keinginan saya sederhana. Baik sebagai mantan Ketua KPU Sumedang ataupun putra daerah Sumedang, saya berharap Pilkada Sumedang 2018 mendatang, masyarakat Sumedang bisa mengambil pelajaran dari Pilkada sebelumnya. Sebab ajang Pilkada bukan hanya sekadar persoalan coblos mencoblos saja, tapi menentukan masa depan Sumedang lima tahun mendatang. Dan Pilkada merupakan proses bagaimana mendapatkan pemimpin yang amanah, berkualitas dan bisa membawa Sumedang ke arah yang lebih baik bahkan sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain yang hebat di Jawa Barat. (bay/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed