oleh

Waspada Produk Kadaluarsa Beredar Jelang Ramadan

**Perhatikan Kemasan dan Tanggal Expired

Menjelang Ramadan, beberapa masalah mengenai kebutuhan pokok kerap terjadi. Selain harga yang cenderung meningkat, hal yang harus diwaspadai masyarakat adalah tanggal kadaluarsa makanan. Seperti imbauan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang berikut ini.

HERI PURNAMA, Situraja

MESKI belum ada indikasi produk makanan kadaluarsa di pasaran, namun waspada terhadap barang-barang itu harus ditingkatkan. Mengingat waktu yang semakin mendekati bulan Ramadan, biasanya jumlah produk makanan baik dalam kemasan maupun bukan, tingkat permintaannya akan lebih meningkat dari hari-hari sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, menegaskan, bahwa hasil survei yang dilakukannya belum ada indikasi produk makanan kadaluarsa yang dijual di pasaran. Masa berlaku produk-produk tersebut, kata Retno, masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu cemas adanya penjual nakal yang menjajakan dagangan kadaluarsa.

“Setiap tahun, pihak Dinas Kesehatan selalu jadi salah satu pihak yang mengikuti pemantauan produk yang ada di pasar maupun supermarket. Sampai saat ini belum ada laporan, mudah-mudahan aman buat di Sumedang ini,” kata dia.

Dikatakan, kalau pun ada produk makanan yang sudah kadaluarsa di pasar atau toko-toko, itu harus diamankan dan tidak boleh dieksekusi untuk diperjual belikan kepada konsumen. Tentunya untuk mencegah hal itu perlu ada kepedulian juga dari pihak lain selain dari tim yang bertugas.

“Tentu saja dalam hal ini pihak dinas kesehatan tidak bertindak sendiri karena sudah ada tim yang dilibatkan,” katanya lagi.

Dia mengimbau, untuk mencegah terjadinya keracunan seperti beberapa kasus yang ada di Sumedang beberapa waktu lalu, diharapkan masyarakat jeli dalam melihat batas waktu kadaluarsanya. Karena dengan kejelian konsumen melihat masa berlakunya tidak akan ada kasus keracunan makanan.

Ia menilai, masyarakat saat ini juga sudah pandai-pandai memilih produk yang akan dibelinya, sempat dilihat beberapa orang yang belanja di pasar maupun di toko. Langkah awal yang mereka lakukan untuk membeli produk yang diperlukannya itu dengan melihat lebel kadaluarsanya terlebih dahulu.

Bahkan, masyarakat juga sudah mulai kritis dengan kemasan-kemasan yang rusak atau kotor, terkadang mereka tidak segan-segan meninggalkan produk yang kemasannya rusak meski produk tersebut diperlukannya.

“Sering saya melihat cara masyarakat berbelanja, menurut saya mereka sudah cukup pandai dalam memilih produk dan bisa membedakan mana yang layak dan yang sudah tidak layak untuk di konsumsi,” ucapnya.

Ditemui terpisah, salah satu masyarakat yang ada di Kecamatan Darmaraja, Nenih (35), menyebutkan, bahwa untuk produk makanan yang berbentuk kemasan itu mudah untuk dilihat kadaluarsanya. Namun untuk jenis makanan yang tanpa kemasan seperti daging dan sayuran masyarakat masih belum semua paham untuk membedakan mana yang bagus dan mana yang sudah jelek.

“Mungkin kalau untuk produk dalam kemasan, itu bisa kita antisipasi, tapi untuk produk yang tidak dalam kemasan, itu perlu pemahaman lagi,” katanya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed