oleh

Oknum Guru jadi Penadah

**Enam Mobil Mewah Diamankan

KOTA – Empat oknum guru salah satu SMA di Sumedang menjadi tersangka tindak pidana penadahan dan pemalsuan dokumen surat kendaraan bermotor. Dalam pengungkapan kasus tersebut, Satuan Reskrim Polres Sumedang menyita enam unit mobil baru dan satu unit motor Kawasaki Ninja 250 CC. Tujuh kendaraan tersebut diamankan dari empat pemilik.

Keempat oknum guru tersebut berinisial ES (55), mobil lainnya milik MG (34), milik satu lagi milik Hj Ll (53). Ironisnya ketiga oknum guru tersebut bertugas di salah satu sekolah pavorit di Sumedang.

Adapun mobil tersebut terdiri dari satu Toyota Furtuner No Pol Z 909 AR dan satu unit Toyota Yaris No Pol Z 1011 CE. Kemudian empat unit mobil Suzuki Ertiga, yaitu No Pol Z 345 AG, Z 1755 AK, B 1262 KZN dan B 1292 WOE, sedangkan motor Kawasaki Ninja No Pol Z 5460 CF. Berdasarkan hasil pengembangan polisi, ke-enam mobil dan satu motor, STNK-nya palsu.

“Ke-enam unit mobil dan satu motor tersebut BPKB-nya tidak ada alias bodong, sedangkan STNK-nya palsu hasil dibeli dari sesorang warga Jakarta dengan harga bervariatif,” kata Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto atas nama Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai, Selasa (23/5).

Menurut Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Budi, awal pengungkapan mobil dan motor bodong tersebut, beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang melaporkan bahwa di tempat parkir SMAN 1 Sumedang ada empat unit mobil yang terparkir. Mobil-mobil tersebut, katanya, mencurigakan sehingga tim dari Polres Sumedang mendatangi lokasi sekolah tersebut.

Tim dari Polres Sumedang, katanya, kemudian mengecek ke kantor Samsat Sumedang. Hasilnya, kata Budi, diperoleh data dari Samsat bahwa nomor polisi tiga unit mobil tersebut tidak terdaftar di Samsat Sumedang. Sementara mobil No Pol Z 909 AR adalah terdaftar milik DPPKAD Pemerintah Kabupaten Sumedang tetapi jenisnya bukan mobil Toyota Fortuner. Semua kendaraan tersebut kini sudah disita oleh polisi.

“Menurut keterangan dari para pemilik kendaraan tersebut kendaraan roda empat dan roda dua tersebut dibeli dari seseorang yang berinitial Mm dengan harga dibawah standar,” kata Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto.

Para pemilik kendaraan tersebut, kata AKP Budi, masih dalam pemeriksaan dan kasusnya masih terus dikembangkan. “Saya masih diperiksa,” kata salah seorang pemilik kendaraan, kemarin. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed