oleh

Sawo Sukatali Dapat Sertifikat

KOTA – Kepala Bagian Hukum, Ujang Sutisna S.H melalui kasubag Bantuan hukum Yan Mahal Rizzal, S.H M.H, menyatakan bahwa Asosiasi Petani Sawo Sukatali bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, sebelumnya sempat mengajukan permohonan pengajuan indikasi geografis Sawo Sukatali pada 7 November 2014 lalu. Saat itu, diterima pada 17 November 2014, dan didaftarkan ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi pada tanggal 17 November 2014.

“Dan hasilnya alhamdulillah pada 26 April 2017 kemarin Pemerintah Kabupaten Sumedang mendapatkan undangan dari Kementrian Hukum dan Ham untuk menerima Sertifikat Indikasi Geografis Sawo Sukatali Sumedang,” uajarnya.

Sertifikat Indikasi geografis Sawo Sukatali ini, dipandang penting sebagai kekuatan hukum atas prodak unggulan Kabupaten Sumdang. Untuk itu, dalam rangka memelihara dan menjaga reputasi, kualitas, dan karakteristik Sawo Sukatali, Pemkab melalui Bagian Hukum Setda wajib menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Aspek Hukum Pemeliharaan dan Pengawasan Indikasi Geografis Sawo Sukatali.

Adapun dasar hukum dari kegiatan tersebut yaitu, Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016, tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017, Peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2016 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017, Keputusan Bupati nomor 521.25/KEP.243-HUK/2017 tentang pembentukan tim pelaksana teknis kegiatan pembinaan Aspek Hukum Pemeliharaan dan Pengawasan Indikasi Geografis Sawo Sukatali Sumedang tahun anggaran 2017.

Menurutnya, maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut tiada lain untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta pembinaan mengenai indikasi geografis Sawo Sukatali.

Disamping itu, kegiatan bertujuan untuk menjaga reputasi, kualitas, dan karakteristik Sawo Sukatali yeng menjadi dasar diberikannya Sertifikat Indikasi Geografis.

Sementara itu Sekda Sumedang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Sawo Sukatali yang dibudidayakan yaitu sawo jenis ST 1, merupakan salah satu komoditas unggulan tanaman pertanian yang berbuah sepanjang musim dan banyak ditanam serta menjadi peluang usaha para petani yang berada di wilayah Desa Sukatali, Kecamatan Situraja.

“Sawo Sukatali mempunyai karakteristik khas yang tidak dimiliki oleh sawo lainnya baik dari warna, rasa, dan bentuknya. Sehingga Sawo Sukatali ini telah dikenal luas di pasar regional maupun pasar internasional,” katanya.

Masih menurut Zaenal, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografis, untuk mempertahankan karakteristik dan kualitas mutu Sawo Sukatali agar tetap terpelihara dan terjaga kualitas khas yang menjadi dasar diberikannya perlindungan indikasi gografis. Serta, lanjut Zaenal, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kesjahteraan masyarakat. Untuk itu, perlu dilaksanakan pembinaan aspek hukum pemeliharaan dan pengawasan indikasi gografis Sawo Sukatali kepada pelaku usaha, khususnya yang tergabung kedalam Asosiasi Petani Sawo (ANISA) Kabupaten Sumedang.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, kualitas produksi khas sawo Sukatali yang dihasilkan oleh Kabupaten Sumedang dapat lebih dikenal secara luas dan terlindung keasliannya serta terhindar dari pemalsuan dan pemanfaatan ketenaran oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk itu kepada Asosiasi Petani Sawo Sukatali dan pihak-pihak terkait agar bersama-sama tetap menjaga dan memelihara karakteristik dan kualitas khas sawo Sukatali,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, dilaksanakan penyerahan sertifikat, buku persyaratan dan label yang diserahkan langsung oleh Sekda Sumedang kepada Ketua Anisa. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed