oleh

Balonbup Independen Samakan Persepsi

KOTA – Sejumlah bakal calon bupati (Balonbup) Sumedang mengadakan pertemuan terbuka, di salah satu rumah makan, Rabu (31/5).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para tokoh yang banyak dikatakan akan maju di jalur Independent. Diantaranya, Praktisi kesehatan Ecek Karyana, Sekretaris Daerah Zaenal Alimin, Mantan Kabag Ops Polres Sumedang Setya Widodo, Pengusaha Oom Supriatna, Mantan Ketua KPUD Sumedang, Asep Kurnia, pengusaha muda Moh Agung Anugrah dan anggota DPD RI, Eni Sumarni.

Dalam pertemuan tersebut, Ecek Karyana selaku penggagas, menyebutkan, ingin menyamakan persepsi sesama kandidat non partai. Melalui silaturahmi, diharapkan bisa menciptakan kondisi persaingan politik yang sehat.

“Jadi dalam pertemuan ini, disepakati bahwa silaturahmi yang dijalin antar tokoh nonkader partai adalah untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa ada calon bupati atau wakil bupati potensial di luar kader partai,” katanya kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Ecek juga menjelaskan, bahwa pertemuan tersebut dilandasi dengan keinginan yang sama untuk menjadikan Sumedang lebih baik.

“Pertemuan ini dilatarbelakangi keinginan yang sama dari para tokoh untuk bersama-sama membangun Sumedang yang lebih baik,” ujar Ecek.

Namun demikian, Ecek juga menerangkan, dengan menyatakan bahwa kandidat non partai merupakan calon potensial, bukan berarti lebih baik dari kader parpol.

“Yang jelas kita tidak bertujuan untuk menarik garis pembatas antar calon dari non partai dengan calon dari partai politik,” sebutnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan, lanjut Ecek, silaturahmi tersebut akan dilakukan kembali dengan tokoh-tokoh lainnya, baik dari non partai maupun kader partai.

“Ini kan untuk Sumedang, kalau ada tokoh-tokoh lainnya yang dapat bergabung bersama-sama berdiskusi untuk melakukan perubahan bagi Sumedang yang lebih baik, itu akan lebih baik lagi. Bahkan, hasil pertemuan ini juga akan kami tindaklanjuti dengan melakukan kegiatan safari silaturahmi ke tiap kecamatan se Sumedang,” tuturnya.

Sementara itu, dalam diskusi tersebut, Sekda Kabupaten Sumedang, Zaenal Alimin, mengatakan, dirinya ingin memperbaiki kondisi Sumedang agar jadi lebih baik. Dan itu menjadi komitmen bersama para tokoh yang hadir bilamana salah satu diantara mereka menjadi Bupati Sumedang yang akan datang.

“Saya berkeinginan mengembalikan segala sesuatunya pada fitrahnya. Sumedang saat ini seperti sebuah rumah kontrakan. Sumedang dikontrakan kepada orang dari luar sehingga tidak terkelola dengan baik,” katanya.

Hal yang sama disampaikan tokoh lainnya, Setya Widodo. Ia menyayangkan, letak geografis yang diuntungkan oleh alam, Sumedang masih tertinggal oleh daerah lain.

“Saya terus terang gereget. Karena sejak 34 tahun lalu, Sumedang tidak ada perubahan berarti. Kita lihat, ratusan kilo meter kondisi jalan kabupaten hampir 60 persen nya rusak parah. Selain itu, potensi kekayaan alam dan sumber daya alamnya juga tidak tergarap serius,” tuturnya menambahkan.

Namun hal yang menarik muncul dari anggota DPD RI, Eni Sumarni. Ia menghimbau kepada para kandidat untuk berhati-hati dengan pemodal politik atau yang dikenal saat ini dengan sebutan Bohir. Pasalnya, ketika para Bohir siap mendanai biaya kampanye, mereka akan membuat sebuah kesepakatan yang merugikan daerah nantinya.

“Mereka nanti akan deal-dealan. Dan biasanya yang menjadi sasaran mereka itu adalah ingin menguasai proyek daerah. Itu perlu diperhatikan agar kita bisa terhindar dan jangan sampai tergiur,” tandasnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed