oleh

Terlilit Ekonomi, Ibu Buang Bayinya Sendiri

**TINGGALKAN SURAT

KOTA – Diduga kesulitan masalah ekonomi, seorang ibu tega, membuang bayinya sendiri di kawasan Cipadung, RT 01 RW 14, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (30/5) lalu.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu, ditingalkan ibu kandungnya lengkap dengan surat wasiat.
Kepala Puskesmas Kota Kaler, Aan Sugandhi membenarkan tentang adanya penemuan bayi laki-laki tersebut.
Selain ditemukan bayi mungil itu, disamping bayi tersebut terdapat surat wasiat yang diduga ditulis si ibu bayi.

Berikut isi wasiat yang ditulis tangan dalam kertas selembar itu:

“Danish Nur Fattah”, Bandung, 25 Mei 2017

Tolong titip, rawat dan jaga dengan baik anak ini. Terima dia sebagai anggota keluarga kalian sendiri.

Semoga juga anak ini menjadi pembawa Rezeky untuk keluarga ini. Beberapa nanti setelah anak ini tumbuh & belum dewasa, kami mungkin akan kembali kesini lagi untuk mengambilnya untuk saat ini kami tidak bisa merawatnya karena tidak ada biaya. Terima kasih.” begitu ini surat di dalamnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Eka Setiawan yang turut melihat keadaan bayi meminta kepada seluruh jajaran Puskesmas Kota Kaler untuk merawat bayi mungil itu sebelum ditemukan orang tua kandungnya ditemukan.

“Kasian ya, saya mah ingin punya cucu, ini malah dibuang,” kata Eka didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Retno Ernawati, Camat Sumedang Utara, Dikdik Syeh Rizky, Lurah Kota Kaler, Wuddan Lukmanul Hakim, dan Kepala Puskesmas Kota Kaler, Aan Sugandhi di Ruang Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar (PONED) Puskesmas Kota Kaler, Rabu (31/5).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka berusaha untuk mencoba sambil menggendong bayi yang diduga sengaja ditelantarkan orang tuanya dengan cara meninggalkannya begitu saja di depan salah satu rumah warga di lingkungan Cipadung Kelurahan Kota Kaler Kecamatan Sumedang Utara.

Menurut penuturan Cucu (40) yang juga selaku Ketua RT 01 RW 14, di Lingkungan setempat menuturkan, pada malam ketika ia pertama kali menemukan bayi tersebut, awalnya tidak melihat atau mendengar hal-hal mencurigakan.

Namun, sekitar Pukul 21.15 WIB saat dia bersama keluarga sedang menonton saluran televisi, tiba-tiba terdengar ada suara tangisan yang datang dari depan rumahnya. Ketika menghampiri sumber suara, ternyata ada seorang bayi yang diletakan begitu saja di depan rumahnya tersebut.

“Awalnya, suara pada malam hari tersebut saya kira kucing atau apa, tapi pas saya hampiri ternyata seorang bayi yang diletakan di depan rumah saya,” tuturnya.

Atas penemuannya itu, kemudian Cucu menghubungi Polisi dari Polsek Sumedang Utara dan Lurah Kota Kaler, yang tak lama berselang datang ke rumahnya. Setelah aparat dari Kepolisian datang serta menyelesaikan tugasnya dengan mengamankan beberapa barang bukti termasuk surat wasiat diduga surat yang ditulis Ibu dari bayi yang ditinggalkan.

Kemudian, dari hasil kesepakatan bersama, sekitar Pukul 22.15, si bayi malang tersebut pun diantarkan oleh Cucu yang didampingi oleh Lurah Kota Kaler dan aparat Kepolisian menuju Puskesmas Kota Kaler untuk mendapatkan perawatan.

Dari surat wasiat yang berada tak jauh dari tempat bayi tersebut ditemukan, diketahui bahwa bayi malang itu bernama Danish Nur Fattah yang lahir di Bandung pada tanggal 25 Mei 2017.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa alasan ibunya tega meninggalkan bayinya adalah dilatarbelakangi oleh alasan ekonomi. Namun dalam tulisannya dia juga menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan apabila si bayi telah tumbuh dan belum dewasa, dirinya akan kembali ke tempat awal dimana ia meninggalkan bayinya untuk dibawa bersamanya kembali.

Menurut penuturan Kepala Dinas Kesehatan, Retno Ernawati mengatakan, bahwa saat ini bayi malang berjenis kelamin laki-laki tersebut sambil menunggu hasil penyelidikan yang akan dilakukan oleh aparat kepolisian, sementara akan tinggal dan berada di bawah pengawasan pihak Puskesmas Kota Kaler dan ditempatkan di salah satu ruangan Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar (PONED) Puskesmas tersebut, yang diamini oleh Kepala Puskesmas Kota Kaler, Aan Sugandhi.

Sementara itu, Bupati Eka saat itu juga menyarankan kepada unsur Dinas Sosial, Pemberdayaan perempuan & Perlindungan Anak yang turut hadir pada kesempatan tersebut, untuk segera membuat rencana tindaklanjut apabila memang orang tua “Danish” tidak berhasil ditemukan.

“Untuk tindaklanjut kedepannya, mungkin melalui Dinas Sosial juga bisa turut membantu mencarikan Orang tua asuh, tentunya dengan menggunakan mekanisme dan tahapan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” tukas Eka. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed