oleh

Pengusaha Galian C Nakal

**Truk Besar Terus Beraktivitas

CIMANGGUNG – Meski sempat diprotes warga, truk besar pengangkut galian C terus berktivitas . Padahal aktivitas tersebut bisa kembali merusak jalan yang telah mendapat perbaikan oleh pemerintah.

Kepala Desa Cikahuripan, Abah Uun Tarjun pun merasa heran dengan Aktivitas kegiatan galian tanah di wilayahnya. Karena hingga saat ini belum pernah pengelola galian tersebut meminta tanda tangan atau izin kepada pihak desa.

“Hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pengelola galian tanah itu. Padahal galian tersebut berada dilokasi desa kami,” terang Uun kepada Sumeks, kemarin.

Meskipun begitu pihaknya, tidak akan mengambil langkah apapun terkait pengerjaan proyek galian tersebut. “Kalau prosedurnya tidak harus diketahui oleh pihak desa ya tidak masalah. Kami tidak akan memaksakan tapi kenapa proyek galian itu hingga saat ini masih saja berjalan,”ucapnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Rohmawan angkat bicara soal galian C di wilayah Kecamatan Cimanggung. Pihaknya meminta pihak pemerintah mengambil langkah tegas jika proyek tersebut melanggar aturan.

Menurutnya, jangan sampai persoalan itu menjadi gojelok di masyarakat itu sendiri jika memang perusahaan tersebut belum mengantongi izin yang jelas, baik perumahan atau galian C.

“Jangan sampai izinya untuk pembangunan perumahan tetapi ada galian tanah yang keluar dari lokasi itu. Tentunya melanggar aturan karena izin perumahan beda dengan izin galian C,” tegas Dadang.

Meskipun begitu, kata Dadang pihaknya akan segera turun tangan memantau langsung ke lokasi galian c maupun perumahan. Namun begitu pihaknya masih harus berkomunikasi dengan SatPol PP Kabupaten Sumedang.

“Jika perlu kami akan turun tangan mengambil langkah dan tindakan tegas jika ada pelanggaran dan segera mererekomendasikan agar proyek tersebut ditutup oleh pemerintah,” ucapnya.

Dijelaskanya, sebaiknya para pengelola galian maupun perumahan harus melihat juga dampak sosial dari pengerjaan proyek galian c maupun perumahan.

“Meskipun izinya jelas tapi berdampak sosial kepada masyarakat. Itupun harus kembali di kaji ulang jangan sampai ada persoalan dimasyarakat,” jelasnya lagi.

Semoga saja nantinya para pengusaha yang bergerak di sektor galin c, memiliki hati nurani agar tidak melakukan kerusakan lingkungan yang parah dan semuanya harus saling menjaga kondisi lingkungan. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed