oleh

Kena Tol, Lahan SD Margaluyu Terbengkalai

TANJUNGSARI – Tidak hanya lahan warga yang tergerus Tol Cisumdawu yang belum dibayar. Lahan Sekolah Dasar (SD) Margaluyu di Dusun Cijolang, Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, pun statusnya masih terkotang katung.

Hingga saat ini, sejumlah siswa masih bertahan di sekolah yang lahannya bakal tergerus Tol Cisumdawu. Bahkan kondisinya memprihatinkan.
“Jangankan tanah pribadi, lahan untuk SD saja belum ada. Padahal kami sudah mengajukan itu ke Pemkab Sumedang. Kasian siswa SDN tersebut beban psikologisnya terganggu,” kata Kades Margaluyu, Nunung.

Dikatakan Nunung, karena belum adanya kejelasan nasib ratusan siswa SD tersebut, jumlah siswa di sekolah itu terus mengalami penurunan. Bahkan prestasi siswa-siswi SD itu pun menurun dari biasanya.
“Padahal dulu sekolah itu berprestasi. Bahkan menjadi sekolah favorit di daerah kami. Sekarang akibat tergerus Tol Cisumdawu kualitas sekolah tersebut menurun,” katanya.

Dia berharap, dinas terkait untuk bisa menggangarkan secepatnya untuk lahan dan bangunan. Sebab kondisinya segera karena nasib anak SD belum ada kejelasan.
“Dulu dianggarkan sekitar Rp 1.3 Miliar termasuk lahan dan bangunan. Tapi anggaran yang tersedia di pemda hanya Rp 400 jutaan,” katanya.

Lebih parah lagi, kata dia, lahan yang bakal tergerus tol merupakan tanah wakaf dan disengketakan ahli waris. Sehingga relokasi lahan SD sangat mendesak meski tidak tergerus tol.
“Lahan SD yang bakal tergerus merupakan lahan wakaf. Aturannya kalau tanah wakaf tidak boleh didirikan bangunan sekolah. Kecuali ahli warisnya benar benar meridokan,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Tanjungsari, Suherman berharap dinas terkait agar segera mencari solusi terkait lahan untuk relokasi SD tersebut. Sebab bagaimana pun juga pendidikan merupakan modal utama sebuah anak bangsa.

“Secepatnya harus dicarikan solusi. Karena gimana nasib anak-anak yang mau sekolah. Saya berharap relokasi tidak jauh dari sekolah yang lama. Sebab kasian anak anak SD di sana kejauhan kalau sekolah,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed