oleh

Banyak APK Langgar Aturan

CIMANGGUNG – Meski Pilkada Sumedang terbilang satu tahun lagi, namun sejumlah bakal calon sudah jauh-jauh hari memasang alat peraga kampanye (APK). Ironisnya, pemasangannya dinilai menyalahi aturan dengan memasang di pohon.

Untuk mencegah pemasangan baliho dengan memaku di pohon, diharapkan pihak pemerintah Kabupaten Sumedang memasang spanduk larangan di beberapa titik di wilayah tersebut. Sebab saat ini banyak baliho termasuk bakal calon bupati memaku di pohon. Akibat pemasangan baliho yang melanggar tersebut selain mengganggu keindahan juga merusak pepohonan yang ada.

“Nah pemasangan yang seperti itu yang sebaiknya segera ditertibkan karena pemasangan baliho yang di paku di pohon itu mengganggu dan merusak lingkungan,” terang Pemerhati Lingkungan dan Keindahan Kota, Zaenal Mustofa kepada Sumeks, kemarin.

Pemasangan baliho yang merusak lingkungan itu tidak hanya di pasang di sekitar jalan protokol saja tetapi beberapa pelosok pedesaan juga banyak sehingga perlu adanya penertiban. Salah satunya adalah yang terpasang di Jalan Raya Parakanmuncang-Simpang serta beberapa tempat lainya. Bahkan nampaknya pemasang sepanduk yang benar tersebut justru tidak diindahkan oleh segelintir orang.

“Tetap saja ada yang memasang baliho ataupun banner dengan memaku pohon yang ada di bahu jalan,” tuturnya. Bahkan, baliho para kandidat gubernur dan bupati justru dipasang dengan cara dipaku walaupun jelas ada larangan yang tidak membenarkan pemasangan dengan cara tersebut. Padahal kata Zaenal, pemilihan kepala daerah secara serentak masih akan berlangsung tahun depan. Namun, di Sumedang spanduk dan baliho bergambar calon tertentu terpasang di sejumlah kantor.

Menurunya secara etika, pemasangan baliho tidak pada tempatnya kurang pas karena menjelang pemilihan bupati. Menurut dia, pesan yang disampaikan dalam baliho tersebut juga dinilai tendensius.
Staf Satpol PP Kecamatan Cimanggung, Didin Wahyudin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang berharap tim sukses maupun bakal calon wakil bupati maupun bupati agar tertib pemasangan baliho/spanduk.

Pemasangan baliho tidak boleh dipasang pada pohon dengan cara dipaku karena akan merusak kelestarian lingkungan dan pemasangan spanduk tidak boleh dipasang melintang jalan. Selain itu penempatan baligo tidak mengganggu estetika dan tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Jika terdapat spanduk dan baligo yang melanggar aturan tentang tata cara penempatan maka akan segera diambil langkah dan tindakan penertiban,” tegasnya. Saat ini Satpol PP Kecamatan Cimanggung masih akan melakukan pendataan terhadap sejumlah reklame yang bertebaran di sudut jalan propinsi maupun protokol di Kecamatan Cimanggung.

“Jika nantinya kami menemukan ada reklame baik berupa baliho, spanduk atau lainnya yang melanggar aturan pemasangan tentunya akan kami bongkar,” tandasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed