oleh

Peredaran Miras Masih Terjadi di Cimanggung

CIMANGGUNG – Banyaknya kasus asusila, tindak kekerasan, dan kriminalitas yang dilakukan oleh pengonsumsi miras, masih terus terjadi. Dimana yang umumnya generasi muda bahkan tergolong masih usia anak-anak, kini dengan mudah dapat memperoleh minuman keras (miras) di lingkungannya.

Peredaran miras yang kian mengganas, disebabkan aturan dan pengawasan yang longgar. Meskipun sudah ada larangan penjualan miras. Bahkan Pemerintah Kabupaten Sumendang, tegas melarang penjualan miras yang tidak berizin. Namun faktanya, masih ada oknum yang nekat menjual minuman haram itu. Untuk itu, sebaiknya dilakukan razia sesering mungkin guna menjaga ketentraman dan ketertiban khususnya di wilayah Cimanggung.

“Peredaran minuman keras ini mengakibatkan hal yang negatif terjadi pada generasi muda. Saya berharap sebaiknya ada langkah tegas dari petugas untuk kembali mengambil tindakan kepada para penjual miras,” terang Ketua RW 4, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Suparli, kemarin (9/7).

Meskipun efeknya sangat berbahaya, akan tetapi pada kenyataannya peredaran miras semakin mengganas dan mengkhawatirkan. Miras hadir di tengah-tengah masyarakat, seolah tanpa pengawasan. Sehingga banyak masyarakat , bahkan anak-anak di bawah umur, mudah memperoleh minuman yang beralkohol. “Akibatnya, sekarang banyak kita lihat anak-anak di bawah umur yang mengkonsumsi miras,” ungkapnya.

Kepala Desa Sindangpakuon, Moch Yusuf melalui Sekretarisnya, Ridwan Sopiana mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari Ketua RW 04 bahwa di wilayahnya kembali ada warung yang diduga menjual miras.
“Pihak desa sudah menyampaikan informasi tersebut kepada pihak kecamatan. Dan selanjutnya kasus tersebut memang sudah ranah Satpol PP untuk langkah penindakanya. Jadi pihak desa menunggu saja,” jelasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed