oleh

PKL Jadi Biang Macet

SUMEDANG – Memasuki libur weekend Lebaran, antrean kendaraan terlihat mengular di Jalan Raya Bandung-Garut tepatnya dari mulai pintu keluar Tol Cileunyi sampai kawasan industri Dwipapuri (Jarum Super), kemarin (9/7). Antrean panjang kendaraan terutama roda empat diperparah kerena persoalan klasik yaitu pedagang kaki lima (PKL).

Bahkan setiap minggu pagi hingga menjelang siang kemacetan belum berhenti setelah para pedagang tersebut membereskan dagangan mereka yang ada di bahu jalan. Kemacetan itu tidak akan berhenti di situ saja. Siang harinya mulai pukul 13.00 akan disambung dengan kemacetan yang ada di depan pabrik Kahatek. Alasan yang sama dengan di depan kawasan industri Jarum Super (JS) akibat pedagang kaki lima.

Seperti di katakan pengguna jalan Bandung-Garut bernama Solihin (34) warga Garut yang mengaku terjebak kemacetan mulai dari keluar pintu tol Cileunyi menuju Garut. Diharapkanya persoalan itu segera diatasi agar pengguna jalan tidak sampai dirugikan.

“Minggu ini kemacetan sangat parah karena bisa di katakan masih suasana lebaran Antrean kendaraan ekornya hingga Cipacing. Padahal kemacetan itu akibat PKL yang sebenarnya bisa diatasi asal ada ketegasan dari pemerintah,” kata Solihin, kemarin (9/7).

Pedestrian atau trotoar yang seharusnya dijadikan pejalan kaki dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL), untuk menggelar dagangannya. Aksi itu pun berdampak kepada kemacetan tidak hanya disekitar itu tetapi imbasnya sampai wilayah lainya. “Arus kendaraan mulai terhambat tepatnya di pintu keluar tol Cileunyi. Hal tersebut disebabkan oleh PKL yang memakan hampir seluruh trotoar dan bahu jalan,” ucapnya.

Akibat dari PKL yang menggelar jualannya pun dimanfaatkan angkutan umum atau angkot untuk berhenti menunggu penumpangnya. Bukan hanya itu, masyarakat yang berjalan kaki pun menjadi berjalan di jalan Raya. Sebab jalan yang seharusnya dilalui mereka yakni trotoar harus dipakai oleh para PKL bandel. Beberapa lapak pun digelar seperti baju hingga tempat makan.

Para kuli angkut yang berlalu lalang membawa barang dengan alat angkut masing-masing pun membuat kawasan tersebut menjadi tambah padat merayap. Sementara itu Kanit Lantas Polsek Cimanggung, IPTU Z. U Mamonto mengakui terjadi kemacetan mulai dari sekitar kawasan industri Dwipapuri hingga ekornya sampai Cipacing Jatinangor.

“Itu dampak dari para PKL yang setiap minggunya membuka lapak di sekitar Kampung Warung Cina, Desa Mangun Arga Kecamatan Cimanggung sehingga menghambat arus kendaraan dari Bandung menuju Garut,” terangnya. Dalam mengatur arus kendaraan yang mengalami kemacetan pihaknya sudah menurunkan petugas. “Petugas udah disiapkan untuk membantu mengurai kemacetan,” tuturnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed