oleh

Pengeboran Sumur Artesis Diduga Bodong

SUMEDANG – Pemerintahan Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, mendatangi salah satu perumahan di wilayah desa tersebut. Perumahan itu, kedapatan mengebor tanah untuk pembuatan sumur artesis. Karena jelas-jelas pengeboran sumur artesis itu belum mengantongi izin, pemerintahan desa meminta untuk menghentikan sementara waktu pengerjaan, sebelum perusahaan bidang property tersebut menyelesaikan pengeboran. “Jangankan izin, pemberitahuan ada pengerjaan ke desa saja tidak ada. Tiba-tiba ada pengerjaan pengeboran sumur artesis,” kata Kepala Desa Cikahuripan, Abah Uun kepada Jabar Ekspres di kantornya, kemarin (10/7).

Pihaknya, menghentikan pengerjaan galian sumur artesis itu bukan karena tidak ada sebab. Akan tetapi, kenyataanya tidak ada sama sekali laporan akan ada pengerjaan pengeboran sumur artesis. “Seharusnya ke desa ada tembusan atau paling tidak ada pemberitahuan dari pihak penanggung jawab pengeboran itu. Tapi tidak pernah ada, dan akhirnya kami penyampaikan temuan itu kepada pihak pemerintahan kecamatan,” terangnya.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cimanggung yang turun langsung ke lokasi, membenarkan adanya temuan pengerjaan pengeboran sumur artesis. Untuk menjaga hal yang tidak diharapkan, akhirnya pihak pengelola property diminta agar pengejaan sumur artesis berhenti sementara sebelum mendapat izin resmi.

“Atas laporan kepala desa, kami langsung melihat lokasi pengerjaan sumur artesis dan ada dua titik pengeboran sumur yang diduga belum ada izinya. Akhirnya mereka pemilik proyek menghentikan pengerjaan sumur artesis itu,” tuturnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed