oleh

Potensi PBB Capai Rp 400 Miliar

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang akan menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pasalnya, di sektor PBB menyimpan potensi sangat besar bahkan jumlahnya diperkirakan bisa mencapai Rp 400 Miliar per tahun.
Akan tetapi realisasi target saat ini masih berada di angka 15 persen dari potensi yakni sekitar Rp 33 Miliar.

“Setelah kami hitung, dari sektor PBB menyimpan potensi yang luar biasa yakni sekitar Rp 400 Miliar. Tapi saat ini kita baru menyentuh target Rp 33 Miliar atau sekitar 15 persen dari potensi yang ada,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumedang, Ramdan Ruhendi, saat diwawancara usai ekspose realisasi pajak triwulan ketiga tahun 2017 di hotel Asri Asia Plaza, kemarin (12/7).

Potensi PBB sebesar itu, kata dia, dihitung dari jumlah luas objek lahan tanah milik yang ada di Sumedang yakni sekitar 150.000 hektar dan dikalikan dengan besaran tarif pajak PBB terkecil sekitar Rp 5000 hingga Rp 15000 per meter persegi. Yang terbagi di 26 Kecamatan yang ada di Sumedang. 

Ramdan mengungkapkan, menaikan NJOP merupakan suatu keharusan. Sebab saat ini banyak objek pajak yang nilai NJOP nya masih di bawah harga pasaran aslinya dan tentunya upaya ini merupakan salah satu pendukung untuk meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, kecilnya nilai NJOP juga dapat berpengaruh kepada nilai retribusi proses pengurusan dokumen administrasi pertanahan. “Hampir di semua kecamatan terutama di perkotaan, masih banyak tanah yang NJOP nya tidak sesuai dengan harga pasaran saat ini. Terlebih saat ini nilai kenaikan pasaran harga tanah melonjak pesar, ” terang Ramdan.

Lebih lanjut, Ramdan mengungkapkan, untuk mendorong sektor PAD, perlu adanya dukungan dari semua pihak dari eksekutif, legislatif, hingga masyarakat yang menjadi pelaku dan penyetor pajak. Selama ini, pembahasan terkait pendapatan dinilai kurang mendapat porsi yang kurang diperhatikan. Bahkan bisa disebut, perhatian lebih banyak tertuju pada pembahasan belanja daerah.

“Justru yang lebih diperhatikan itu pembahasan pendapatan, jangan kita hanya tertuju kepada belanja daerah. Kalau tidak ada pendapatan, mau belanja daerah darimana, kita tidak bisa terus mengandalkan dana dari pusat,” katanya. Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang, Eka Setiawan mengintruksikan para camat untuk turut mendorong peningkatan pendapatan dan siap meningkatkan target dari sebelumnya.

“Di kecamatan juga para camatnya harus siap meningkatkan target. Ini memang tugas berat, tapi juga harus disadari ini merupakan tugas bersama untuk kemajuan Sumedang,” terangnya. Selain itu, camat juga diharuskan untuk bisa melihat potensi yang ada di wilayah seperti peningkatan objek wisata dan pendapatan lainya. Untuk itu, Bupati juga tidak segan akan memberikan reward kepada camat yang berhasil dalam peningkatan target pajak dan potensi lainya. “Saya akan berikan reward, asal harus sesuai dengan pemasukan pajak. Kalau mau TPP naik bahkan sampai Rp 15 juta, boleh. Asal pendapatan pajak di kecamatan juga harus bisa mencapai target sampai Rp 10 Miliar per tahun,” kata Eka. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed