oleh

Tahun Ajaran Baru, SDN Kebonkopi Belum Jelas

DARMARAJA – Pemerintah Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, mendesak pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebonkopi di Pakualam.

Orang tua siswa, khususnya di wilayah kampung Cilembu, pada tahun ajaran baru ini mulai mendaftarkan anaknya untuk masuk sekolah mengaku ragu. Kepastian keberadaan SDN Kebonkpoi, belum ada kepastian dan proses KBM siswa SDN Kebonkopi masih menumpang di salahsatu yayasan di wilayah tersebut.

“Orang tua siswa resah, Karena begitu mendaftar ke SDN Kebonkopi mereka bertanya-tanya. Apakah nanti bisa jelas keberadaan sekolahnya. Kalau mau daftar ke sekolah lain, tentunya jaraknya jauh harus pakai transport,” ujar Sekretaris Desa Pakualam, Ujang Suhanda, Kamis (13/7).

Warga dan pemerintah desa sendiri, menyayangkan keterlambatan pembangunan SDN Kebonkopi itu. Setelah bangunan sekolah tergenang Waduk Jatigede, kondisi KBM SDN Kebonkopi yang menumpang di yayasan pun tidak nyaman.

“Sampai saat ini warga terus menunggu dibangunnya sekolah biar ada kepastian,” katanya. Guna mewujudkan pembangunan gedung sekolah, kata Ujang, padahal pemerintah desa sudah menyiapkan tanah seluas 160 bata yang sebelumnya harus dibeli dari pemilik lahan.

Untuk pengadaan lahan itu, penganggaranya dari aset desa yang dimiliki Desa Pakualam. Dan hingga kini, proses pembayaran lahan terus berproses. “Sekarang katanya sudah diproses di Dinas Pemerintahan Desa. Tapi belum ada kabar lagi tentang pencairan anggaran untuk sekolah ini,” ucapnya.

Untuk tahun ajaran ini, warga Cilembu, Desa Pakualam memang masih gamang untuk menyekolahkan anaknya. Namun sebagian banyak, masih memilih SDN Kebonkopi. Dengan alasan, menghindari biaya transport jika menyekelohkan di sekolah lain.

Sejumlah orang tua siswa, berharap pemerintah daerah bisa segera mewujudkan gedung sekolah bagi SDN Kebonkopi. Sehingga ada kejelasan keberadaan SDN Kebonkopi. “Belajar juga tidak akan fokus kalau tempatnya menumpang. Dari dulu rencana pembangunan sekolah tapi belum juga telaksana,” tutur seorang warga. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed