oleh

Akper Sumedang Wisuda 129 Mahasiswa

AKADEMI Keperawatan Kabupaten Sumedang, hari ini (15/7), mewisuda 129 mahasiswa. Bertempat di Aula Kantor Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, acara turut dihadiri Bupati Sumedang H Eka Setiawan dan para tamu undangan baik dari Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Sumedang. Dalam sambutannya, Direktur Akper Kabupaten Sumedang Drs H Dadang Rukmawan MKes mengatakan, prosesi wisuda kali ini menjadi sejarah bagi civitas akademik Akper Kabupaten Sumedang. Sebab, di tahun berikutnya, status Akper Kabupaten Sumedang, akan berubah menjadi program studi (prodi) pada Universtas Pendidikan Indonesia (UPI).

Hal ini, ujar Dadang, seiring terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, sebagaimana telah biubah beberapakali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 2015, tentang Pemerintahan Daerah, bahwa penyelengaraan pendidikan tinggi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sehingga, terbitnya undang-undang tersebut, maka pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi termasuk akademi keperawatan.

Sebenarnya, terang dia, ada empat opsi yang ditawarkan pemerintah dalam penataan kelembagaan perguruan tinggi kesehatan daerah (PT Kesda). Yaitu, bergabung dengan PTN di bawah Kemenristekdikti, bergabung dengan Poltekes di bawah Kemenkes, menjadi UPTD non-Pendidikan, atau dibubarkan. “Mengacu pada persyaratan yang ditentukan Kemenristekdikti, maka Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan untuk bergabung dengan Universitas Pendidikan Indonesia, dan alhamdulillah telah disetujui serta telah dilakukan visitasi oleh Kemenristekdikti,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya menunggu proses penandatanganan berita acara serah terima yang akan difasiltasi oleh Kemenristekdikti. “Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Sumedang dan Bapak Ketua DPRD Kabupaten Sumedang yang telah menyetujui proses penggabungan ini, kepada Bapak Rektor UPI beserta jajaranya dan Bapak Direktur UPI Kampus Sumedang dan jajaranya yang telah bekerjasama dalam mempersiapkan proses penggabungan ini,” katanya.

Mengakihiri sambutannya, Dadang mengatakan, secara keseluruhan sampai dengan angkatan XVIII, Akper Sumedang telah meluluskan 1.724 orang. “Dan, semoga dengan penyatuan Akper Pemkab Sumedang dengan UPI ini, dapat mempermudah dan memeperkaya pilihan masyarakat Sumedang untuk masuk di PTN berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H Eka Setiawan mengatakan, keberhasilan Akper Sumedang mewisuda lulusannya, merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Sumedang dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, profesional dan berdaya saing global. Bupati juga menyebut, keberhasilan dalam dunia pendidikan, merupakan salah satu upaya mewujudkan pembangunan sesuai dengan visi Kabupaten Sumedang.

Yakni Sumedang Senyum Manis pada Tahun 2018 (Sejahtera, Nyunda, Mandiri dan Agamis) “Sebagai ukuran tercapainya visi pembangunan tersebut, diarahkan pada pencapaian sasaran-sasaran pokok, antara lain terwujudnya masyarakat madani yang berpendidikan, berbudaya dan berpola hidup sehat yang ditandai oleh meningkatnya tingkat pendidikan formal masyarakat, terwujudnya sistem penyelenggaraan pendidikan di daerah yang berkualitas dan berdayaguna serta terciptanya derajat kesehatan masyarakat yang optimal, berkeadilan dan berdaya saing,” beber Bupati dalam sambutannya. Dan, berkaitan dengan visi dimaksud, telah ditetapkan misi yang salah satunya adalah mengembangkan sumberdaya manusia Kabupaten Sumedang yang sehat, cerdas, terampil dan produktif yang dilandasi dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan,” ujarnya. (nur/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed