oleh

Awas Rentenir Berkedok Koperasi

KOTA – Sepak terjang rentenir atau lintah darat berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP), semakin meresahkan warga Kabupaten Sumedang. Selama ini, rentenir tersebut beroperasi di wilayah pedesaan yang rata-rata warganya berpenghasilan rendah. “Biasanya mereka mendatangi warga, meminjamkan uang dengan bunga 20 persen. Pinjam uang Rp100 ribu, dikembalikannya Rp 120 ribu. Cara pembayarannya bisa dicicil perhari atau bulanan,” kata salah seorang warga Kecamatan Sumedang Selatan, Rika Rostika, 46, Jumat (14/7).

Menurut Rika, warga di kampungnya itu, sejak beberapa tahun terakhir memang telah akrab berhubungan dengan para rentenir yang biasa mereka sebut KSP atau bank keliling. Memang, jumlah rentenir yang setiap hari berkeliling di kampungnya itu tidak sendiri. Melainkan, terdiri dari beberapa orang dengan nasabah berbeda-beda. “Yah kalau dihitung-hitung ada kayaknya lima sampai tujuh orang tukang rentenir yang setiap hari keliling di kampung ini dan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesai Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sumedang, Oo Ruhaendi mengimbau masyarakat waspada jangan sampai terperdaya dengan iming-iming kemudahan yang ditawarkannya. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar waspada terhadap rentenir yang berkedok KSP.

“Masyarakat juga harus waspada dan teliti dengan lembaga yang mengatasnamakan koperasi. Saat ini banyak yang mengaku-ngaku koperasi padahal isinya rentenir. Kalau koperasi kan pengelolaanya jelas diatur oleh Undang-Undang (UU) Nomor 25/1992. Beda dengan praktik rentenir, sangat jauh dari prinsip dasar koperasi yakni kebersamaan,” katanya saat ditemui usai pertemuan di Gedung Negera, kemarin.

Meski mengaku tidak memiliki data pasti mengenai rentenir berkedok koperasi di Kabupaten Sumedang, namun Dekopinda mensinyalir ada praktik seperti itu. Ditambah dengan beberapa loporan yang masuk kepada Dekopinda. Dan biasanya, lanjut Oo, rentenir berkedok koperasi ini memberikan bunga diatas tiga persen. “Kalau di koperasi itu maksimal tiga persen. Dan itu pun atas persetujuan anggota. Selain itu, setiap transaksi jasanya jelas. Lalu ada bagi hasil setiap tahun,” pungkasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed