oleh

Macet, Dump Truk Terbakar

SUMEDANG – Sebuah dump truck tronton bermuatan pasir hangus terbakar di Tikungan Cihaur Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh, Minggu (16/7) sekitar pukul 23.00. Diduga, dump truk terbakar akibat adanya korsleting pada bagian pengapian, hingga dengan cepat api membakar bagian depan truk tersebut.
“Bagian depan truk (kabin, red) mengalami hangus seluruhnya tidak ada yang tersisa. Termasuk surat-surat kendaraan yang disimpan pada bagian atas kabin,” ujar Kapolsek Paseh AKP Atang Sutisna saat dikonfirmasi di kantornya, kemarin (17/7).

Saat kejadian, api baru dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Sebanyak dua unit mobil damkar dari wilayah Conggeang dan Kota Sumedang diturunkan untuk memadamkan api. “Proses pemadaman juga dibantu oleh jajaran Polsek Paseh bersama warga yang berada di sekitar lokasi terbakarnya truk,” tandasnya. Disebutkan, kejadian itu tidak menimbulkan korban luka ataupun jiwa pada pengemudi. Namun kerugian yang diderita, diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

“Kerugian material hanya berupa kerusakan truk saja akibat terbakar,” tandasnya. Pantauan Jabar Ekspres, kejadian terbakarnya truk menimbulkan kemacetan cukup panjang. Apalagi posisi badan truk berada di tengah badan jalan yang mengarah ke Bandung. Bahkan hingga pagi, kemacetan terus mengular hingga daerah Desa Padanaan dari arah Cirebon. Sementara dari arah Bandung kemacetan terjadi hingga kawasan SPBU Cibeureum Kecamatan Cimalaka.

Guna menghindari kemacetan yang parah, jajaran Polsek Paseh menggunakan sistem buka tutup di lokasi kejadian terbakarnya truk. Selain itu, polisi juga menyisir mobil yang berusaha menyalip dan terburu buru ke sebelah kanan. “Mobil yang terburu buru memperparah terjadinya kemacetan. Mobil mobil yang berada di sebelah kanan mempersempit arus mobil dari arah berlawanan. Saya harus menyisir dan berjalan kaku hingga kawasan Desa Padanaan,” terangnya.

Proses evakuasi truk baru dilakukan pada kemarin sekitar pukul 11.00. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena harus memindahlan terlebih dahulu pasir ke truk lain. Proses evakuasi baru selesai sekitar pukul 15.00. Sementara itu di tempat terpisah, kebakaran juga melanda sebuah rumah semi permanen berukuran 7 x 5 meter milil Dadang, 65, di RT 10 dan RW 8 Dusun Cibodas Desa Conggeang Kulon Kecamatan Conggeang, kemarin (17/7). Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari tungku saat korban menanak nasi. Kemudian, korban Dadang meninggalkan rumahnya umtuk pergi ke kebun,” jelas Kapolsek Conggeang AKP Jeje Heryanto. Jeje menjelaskan, ketika korban Dadang kembali dari kebun, rumah beserta isinya sudaj habis.

“Kemungkinan korban lupa hingga api membakar rumahnya,” ujarnya. Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian mencapai Rp 40 juta. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” tandasnya.
Dikatakan, api dapat dipadamkan oleh satu unit mobil pemadam kebakaran dari UPT Damkar wilayah Conggeang. “Api padam sekitar pukul 13.30,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed