oleh

TOP Tolak Ojek Online

SUMEDANG – Jaringan ojek online sudah merambah ke Kabupaten Sumedang. Pada hari perdana perekrutan anggota oleh salah satu perusahaan ojek online, mendapat antusias warga untuk bergabung menjadi driver ojek online. Namun, bagi tukang ojek pangkalan (TOP) justru merasa terusik.“Sudah ada sih penumpang yang menanyakan ojek online.

Kami cukup khawatir juga akan berdampak pada kami, ”ujar Dudung, pengojek di Pangkalan Kartini, kemarin (17/7). Apalagi, kata Dudung, tarif ojek online jauh lebih murah dibanding ojek pangkalan. Hal itu, tentu saja bisa mengurangi pendapatan tukang ojek pangkalan.

“Kabarnya sih memang lebih murah (tarifnya) dari ojek pangkalan,” keluhnya. Dia menyontohkan, dari Alun-alun ke Citengah Cipancar, ongkos ojek berkisar Rp 20 ribu-Rp 25 ribu. Sedangkan ojek online memberikan tarif di bawah harga tersebut. “Kalau kami tidak bisa memberi harga semurah mereka. Mungkin, mereka ke Cipancar Rp 15 ribu saja,” ungkapnya.

Dudung menambahkan, sejauh ini belum ada reaksi dari rekan ojek pangkalan lain, terkait keberadaan ojek online. Apalagi, keberadaan ojek online belum beroperasi. Dan, saat inipun belum ada pihak yang berkoordinasi untuk membahas ojek online ini kepada tukang ojek pangkalan. “Sejauh ini belum ada aksi atau reaksi sih dari teman-teman sesama ojek pangkalan. Tapi gak tahu ke depannya. Kalau mengganggu kami pasti menolak,” terangnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. Saya penumpang yang dari anggrek. Belakang caffe warung ngebul. Saya nunggu di kosan. Mau ke terminal. Cari aja kosan yang warna hijau. Terus ada pagar panjang warna hitan

News Feed