oleh

Empat Pilar Jaga NKRI

KOTA – Ribuan guru madrasah se-Kabupaten Sumedang mengikuti acara halal bihalal di GOR Tadjimalela Sumedang, Senin (24/7). Berbarengan dengan itu, para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Sumedang ini, mengikuti pemantapan dan sosialisasi Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara bersama Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir ST MM.

Dalam paparannya, Dony Ahmad Munir mengatakan, sebagai anggota DPR, dirinya berkewajiban menyosialisasikan empat pilar atau yang sekarang disebut empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara. Yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Berkaitan dengan Pancasila, UUD 45, Bhineka Tinggal Ika dan NKRI, kita sebagai warga negara Indonesia, harus bersyukur dan bangga hidup di negeri tercinta ini,” tutur Dony. Sebab, sambung Dony, masyarakat dapat hidup damai, aman dan sentosa. Tidak ada peperangan, baik perang antarsuku, agama atau perang antar golongan. “Indonesia yang memiliki beribu-ribu pulau, beratus-ratus suku bangsa dan bahasa, beraneka ragam agama, tapi dapat bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Hal ini, kata Dony, salah satunya berkat umat Islam yang senantiasa menyebarkan ajaran rahmatan lil alamin. “Islam yang ramah-ramah, bukan Islam yang marah-marah, Islam yang mengajak, bukan Islam yang mengejek dan Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul,” jelasnya.

Selain itu, putra asli Sumedang ini mengatakan, para pendiri negara telah sepakat, dalam menentukan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara. “Coba kita lihat negara di Timur Tengah, Suriah sampai sekarang dilanda perang saudara yang tiada henti, peperangan di Afganistan terus berkecamuk, Irak, Libia dan lain-lain, masyarakatnya dihadapi dengan desingan peluru, dentuman meriam, serangan rudal setiap saat menghujani perkampungan, sehingga mereka tidak menemukan ketenraman dalam hidupnya,” beber Dony.

Sebab itu, dia bersyukur Indonesia memiliki empat pilar. Dengan konsensus empat dasar berbangsa dan bernegara, terbukti dapat menyatukan bangsa Indonesia. “Kewajiban kita hanya untuk mengamalkan, menjaga serta mengawalnya. Tidak boleh ada ideologi yang bertentangan dengan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI yang membidangi pendidikan ini, mengapresiasi kiprah guru-guru madrasah, yang telah dan sedang mendidik putra-putri bangsa. “Kontribusi guru madrasah terhadap dunia pendidikan sangat luar biasa,” tutur Dony.

Sebab itu pula, pihaknya memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah, baik yang sudah PNS maupun yang masih berstatus tenaga sukwan. “Saya sebagai Anggota Komisi X dan Badan Anggaran DPR RI, senantiasa ada di belakang ibu dan bapak guru, untuk memperjuangkan madrasah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PGM Indonesia Kabupaten Sumedang Drs H Makmun Khoer MPd dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Dony Ahmad Munir yang gigih memperjuangkan madrasah. “Saya yakin, Kang Dony cinta madrasah. Dan, kami guru-guru madrasah, senantiasa berdoa untuk perjuangan Kang Dony yang begitu antusias terhadap pendidikan berbasis keagamaan,” ucapnya. (nur/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed