oleh

Dua Abra Terguling Beruntun

PASEH – Dalam waktu 15 menit, dua unit angkutan batu bara (abra) terguling di Jalan Nasional Cirebon-Bandung, tepatnya di Dusun Cihaur Desa Legok Kaler Kecamatan Paseh, Selasa (25/7) pagi. Kedua truk ini, datang dari arah Cirebon menuju Bandung. Truk pertama bernomor polisi B 9531 PYU terguling sekitar pukul 05.45. Sementara truk kedua bernomor polisi H 1943 CA terguling sekitar pukul 06.00.

Pantauan Sumeks, truk terguling tepat di tikungan Jalan Nasional Cirebon-Bandung. Posisi kedua truk berurutan dan berjarak hanya sekitar 10 meter serta berada di setengah badan jalan. Sempat terjadi kemacetan, namun dapat diatasi dengan menggunakan sistem buka tutup oleh pihak kepolisian. “Sambil menunggu proses evakuasi, kami menggunakan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan yang panjang,” ujar Kapolsek Paseh AKP Atang Sutisna saat dikonfirmasi di kantornya.

Dia menambahkan, sistem buka tutup dilakukan anggota Lantas dan Unit Laka Polres Sumedang. “Dibantu juga oleh anggota Polsek Paseh. Arus lalu lintas dilakukan secara bergantian dari kedua arah,” tambahnya.
Dijelaskan, kejadian itu berawal saat kedua truk datang dari arah Cirebon menuju Bandung. Sesampainya di TKP yang kondisi jalan menikung ke kiri (tampak dari arah Cirebon menuju Bandung) serta permukaan badan jalan arah Bandung-Cirebon sudah dilakukan pengaspalan. Sedangkan permukaan badan jalan dari arah Cirebon Bandung belum dilakukan pengaspalan sehingga ada perbedaan ketinggian aspal.

“Permukaan badan jalan kondisinya tidak rata dan ketika dilintasi oleh kendaraan kedua truk itu menyebabkan kedua truk hilang kendali, dan menyebabkan kedua truk terbalik ke sebelah kiri,” jelasnya.
Menurut kapolsek, tidak ada korban jiwa dalam kedua kecelakaan tersebut. “Hanya sopir truk yang nopol H 1943 CA mengalami patah tulang bahu sebelah kiri namun sudah dibawa ke ahli tulang di wilayah Bongkok Kecamatan Paseh,” ujarnya. Dump truk baru bisa dievakuasi sekitar pukul 11.00. Pihaknya meminta kepada kontraktor untuk menyelesaikan pengaspalan pada hari kemarin, karena dikhawatirkan terjadi lagi kejadian serupa. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed