oleh

Pemda Harus Kuatkan Koordinasi

KOTA – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang Dudi Supardi menilai, kendala yang menghambat pembangunan Pasar Sandang Sumedang, bukan sepenuhnya kesalahan kontraktor. Melainkan, lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah dengan warga pasar maupun dengan kontraktor. Jika dilihat dari kacamata pengusaha, Dudi menilai, suatu hal yang wajar akan terjadi sebuah hambatan dalam pembangunan pasar tersebut. Dimana ketika ditargetkan harus rampung 100 persen kios untuk warga pasar, namun yang terjual baru sekitar 30 persen.

“Izin pasar itu sudah ada dan tidak ada masalah. Tapi yang menjadi kendala, pasar itu baru laku 30 persen. Jadi dapat kita lihat, masalahnya ada tidak kontraktor yang berani membiayai sisanya?” kata Dudi ketika ditemui di kantor DPRD Kabupaten Sumedang, kemarin, (25/7).

Yang menjadi kendala sulitnya penjualan kios tersebut, lanjut Dudi, adanya kenaikan harga yang tidak sesuai dengan harga ganti rugi. Bahkan, kendala lain pun muncul, ketika pemerintah sudah berupaya untuk membantu meringankan warga pasar dalam membeli kios tersebut.

“Pertama, masalah harga naik. Sementara ganti rugi itu sekitar Rp 360 ribu per meter, sekarang harus dibeli dengan angka sekitar Rp 10 juta permeter. Konsumen juga merasa berat dengan harga itu. Solusinya, pemerintah membantu permodalan lewat bank Sumedang. Tapi, ternyata ada kendala lain, yaitu yang sudah berhubungan dengan bank lain tidak bisa dibiayai,” terangnya.

Oleh sebab itu, Dudi melihat untuk mengurangi kendala yang ada, harus ada klasifikasi harga untuk warga pasar. “Ada yang murah, menengah dan tinggi. Sehingga semua bisa terakomodir nantinya,” sebut Dudi.
Pada intinya, Komisi A menyebutkan bahwa pemerintahan harus bisa mengatur pembagian kios. Disamping penekanan harga juga tidak diserahkan kepada pihak kontraktor semua.

“Harus ada intervensi dari pemerintah agar semua pedagang bisa terakomodir. Kalau kita, sebagai tugas DPRD tetap akan lakukan pengawasan dengan pemerintah. Lalu, kemudian kami akan lakukan koordinasi dengan pemda apa yang harus dilakukan,” tuturnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed