oleh

SMPN 1 Sukasari Kekurangan Kelas

SUMEDANG – Persoalan kekurangan kelas masih terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Sumedang. Bahkan ada sekolah yang masih memanfaatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti ruang laboratorium, multimedia dan sebagainya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Sonson M Nurikhsan menyebutkan, salah satu yang masih kekurangan kelas adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sukasari.

“Sekolah tersebut lebih banyak siswanya ketimbang ruangan KBM. Sehingga solusinya pihak sekolah memanfaatkan ruangan yang ada, seperti ruang laboratorium, multimedia dan sebagainya,” katanya saat berkunjung ke SMPN 1 Sukasari didampingi Camat Sukasari Dase Suheryana, kemarin (25/7).
Tidak hanya itu, kata Sonson sekolah tersebut dibeberapa bangian ruangan banyak yang sudah rusak karena terjadi pergeseran tanah.

“Mungkin tanahnya tidak stabil sehingga saat di atasnya berdiri bangunan terjadi pergeseran tanah, sehingga mengalami keretakan di beberapa bagian,” terangnya. Akibat kerusakan itu, beberapa ruang tidak lagi bisa digunakan untuk KBM sebelum ada perbaikan, karena dihawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. “Karena sifatnya mendesak dan sekolah ini membutuhkan ruang belajar, rencananya pada perubahan anggaran segera diusulkan untuk membangun ruang kelas baru,” ucapnya.

Kepala SMPN 1 Sukasari Yayat Cahya Gumilar mengatakan, akibat ada beberapa ruang terjadi keretakan, para siswa merasa was-was saat mengikuti KBM. “Dua ruang dinyatakan rusak dan perlu perbaikan, sedangkan 16 ruangan lainnya dipakai KBM dan ruang guru,” tuturnya. Menurutnya, SMPN 1 Sukasari membutuhkan 23 ruangan dari jumlah siswa sebanyak 699 orang. “Sebaiknya ada tambahan ruangan agar siswa bisa nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed