oleh

Kedekakatan Babinsa Suriamedal Kecamatan Surian Serda Suyatno dengan Warga

Dalam sehari hari, babinsa sebuah desa memiliki tugas yang sangat beraneka ragam. Meski sebagai prajurit, tetapi anggota TNI hanyalah insan biasa yang tidak lepas dari rasa perikemanusiaan terhadap seluruh elemen masyarakat. Begitu pula yang terjadi di Desa Suriamedal Kecamatan Surian.

DANDIM 0610/Sumedang Letkol Arm I Made Mertha Yasa SSos, sudah mengamanatkan kepada seluruh personel untuk selalu peduli terhadap kegiatan dan aktivitas warga binaannya. Karena pada hakikatnya, TNI lahir dari rakyat dan rakyat merupakan ibu kandung TNI. Jika sudah terjalin keselarasan hidup antara pembina dan yang dibina, maka akan terwujud bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional siap mewujudkan Idonesia yang berdaulat mandiri dan berkepribadian.

Begitu pula dengan yang terjadi dengan Babinsa Desa Suriamedal Kecamatan Surian Serda Suyatno. Saat Babinsa Desa Suriamedal berkeliling di wilayah binaannya untuk mengetahui aktivitas warga, tentunya itu merupakan syarat mutlak seorang Babinsa untuk mengetahui secara mendetail terhadap unsur komponen wilayah itu. Diantaranya alam serta isinya, dalam hal ini warga atau masyarakat sebagai komponen utamanya.

Serda Suyatno yang sehari hari bertugas membina desa di Kecamatan Surian sangat tersentuh. Dia setiap hari melihat dan menyaksikan warga Desa Suriamedal melakukan aktivitas bertani, bahkan berdagang. Seperti apabila warga akan menuju ke sawah atau kebun, mesti harus melewati atau menyebrang Sungai Cipunagara.
“Mereka melakukan itu karena tidak adanya jembatan penyeberangan. Pemandangan ini hampir setiap hari terlihat,” ujar Suyatno.

Dirinya mengaku sangat senang bisa membantu warga menyeberangi Sungai Cipunagara itu. Karena menurut Suyatno, apabila arus sungai yang besar dan kondisi warga yang menyebrang sudah tua tentu siapapun akan tergugah untuk membantu. Termasuk dirinya. “Saya sangat hawatir melihat keadaan itu. Siapapun pasti terbersit rasa ingin membantu,” katanya. Selain itu, tidak jarang juga anak-anak kecil yang menyeberang hanya sekedar untuk menemui sanak familinya yang ada di seberang Sungai Cipunagara tersebut.

“Mereka pun biasanya menyeberangi sungai yang cukup lebar itu. Saya harus membantu mereka,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga setempat yang menyeberangi Sungai Cipunagara Ani, mengapresiasi bantuan Babinsa Suriamedal yang membantu dirinya menyeberangi Sungai Cipunagara. Ani yang hendak pergi ke kebunnya menyebutkan bantuan itu selalu diberikan kepada warga yang hendak menyeberang. “Ibu merasa bangga karena bapak babinsa telah peduli membantu warga. Bantuan itu selalu diberikan kepada warga di sini,” terangnya.

Dikatakan Ani, di Sungai Cipunagara ini tidak ada penyeberangan yang aman selain harus melintas di sungai. Warga sendiri tentunya sangat mengharapkan dibangunnya sebuah jembatan sebagai penghubung.
“Kepada pemerintah kami memohon pembangunan sebuah jembatan. Jembatan sangat diperlukan warga sebagai tempat lalu lintas. Jembatan juga akan mempermudah silaturahmi dan perdagangan kedua wilayah,” harapnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed