oleh

FASI Jabar Resmi Dibuka

KOTA – Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) X/2017 tingkat Jawa Barat resmi dibuka, Jumat (28/7). Bertempat di Alun-alun Sumedang, acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H Deddy Mizwar, Bupati Sumedang H Eka Setiawan, Sekda Sumedang H Zaenal Alimin, Anggota DPR RI Komisi X H Dony Ahmad Munir, serta sejumlah kepala daerah di kota/kabupaten di Jawa Barat.

Acara yang digelar mulai pukul 09.00 itu, diawali defile kafilah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dalam sambutannya, Deddy Mizwar menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Deddy, FASI diselenggarakan sebagai antisipasi menghadapi kondisi darurat yang sedang terjadi di Indonesia.

“Sebagaimana dimaklumi, saat ini negara kita tengah menghadapi kondisi darurat kekerasan, darurat narkoba, hingga darurat pornografi. Kekerasan yang terjadi di negara kita bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal serta terjadi tidak hanya di lingkungan rumah, tetapi juga di sekolah dan lingkungan masyarakat,” beber Deddy.

Sebab itu, kata pria yang akrab disapa Nagabonar ini, selain terus mengampanyekan gerakan stop kekerasan, perang melawan narkoba, internet sehat, seluruh komponen masyarakat juga harus terus berupaya memperkuat pendidikan, karakter, moral juga akhlak.

“Berangkat dari hal-hal tersebut, keberadaan TK, TKA, TPA, TQA harus terus kita perkuat, terutama menyangkut sarana dan prasarana, kurikulum serta kualifikasi dan kesejahteraan tenaga pengajar. Oleh karena itu, kegiatan FASI merupakan ajang yang menentukan yang dapat memperkuat dasar keimanan, keilmuan serta ahklak yang Qurani,” pungkas orang nomor dua di Pemerintahan Jawa Barat ini.

Sementara itu, Bupati Sumedang H Eka Setiawan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada Sumedang, untuk menjadi tuan rumah. “Merupakan kebanggaan dan penghargaan karena Sumedang dipilih sebagai tuan rumah. Mudah-mudahan, suasana di Sumedang cukup refresentatif bagi penyelenggaraan FASI,” kata Eka.

Menurut Eka, FASI merupakan wujud nyata membentuk karakter anak shaleh, dengan memulai pengetahuan Islami maupun umum, pendidikan akhlak, kedisplinan, keberanian, dan juga sikap sportifitas. “Pelaksanaan FASI juga merupakan wahana membangkitkan potensi dan kreativitas anak dengan memotivasi untuk mengembangkan diri dengan intelektual, emosional dan spiritual. Pepatah Sunda mengatakan, lamun hayang jadi jelema bener kudu ti bubudak ulah bener ngadadak, jadi sangat relevan sekali pembentukan generasi emas Indonesia dilakukan sejak dini,” ungkap Eka.

Ketua panitia penyelenggara Ayi Subhan Hafas mengatakan, FASI diikuti 27 kafilah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ada 13 mata lomba yang akan diikuti para peserta. Yakni, Tartil Quran, tilawah Alquran, tahfidz juz amma, terjemaah lafdziyah, adzan dan iqomah, nasyid Islami, peragaan salat, cerdas cermat Al Quran, lomba mewarnai, menggambar, kaligrafi, ceramah agama Islam serta kisah Islami.

Sedangkan kegiatan lomba yang akan diikuti para guru atau ustadz, yakni lomba berkisah (mendongeng), APE daur ulang, simulasi mengajar di PAUD dan TK serta tahfidz juz amma. Kegiatan tersebut akan menempati beberapa lokasi. Antara lain Alun-alun Sumedang, Masjid Agung, Kantor Baznas, Aula FKDT Komplek Islamic Centre, Kantor PCNU, SMP NU, SDIT Assamadani, Plaza Asia dan Kantor Kemenag.

Perlombaan tersebut, menurut Ayi, akan memperebutkan trophy bergilir Gubernur Jawa Barat. “Para pemenang nantinya akan mewakili Jawa Barat pada ajang FASI X tingkat nasional pada September 2017 mendatang di Banjarmasin Kalimantan Selatan,” sebutnya. (her/nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed