oleh

Elektabilitas Terus Meningkat

RATUSAN – kader Partai Gerindra, bertemu bakal calon bupati Moh Agung Anugrah di Gor Binangkit Jalan Raya Garut-Bandung Desa Nanjungmekar Kecamatan Rancaekek Bandung, kemarin (31/7).

Disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Daerah (Bappda) Partai Gerindra Warson SAg MM, kegiatan itu merupakan sosialisasi para bakal calon bupati/wakil bupati Kabupaten Sumedang untuk periode 2018-2023. Untuk itu pihaknya akan terus mensolidkan terutama para kader partai dalam pemenangan pilkada dan pilpres mendatang.

Partai Gerindra, menurutnya siap bertarung memenangkan pilkada 2018. Karena dari 26 kecamatan yang ada di Sumedang, Kecamatan Jatinangor dan Kecamatan Cimanggung merupakan suara terbanyak dalam pemenangan Gerindra.

Di tempat sama, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumedang H Heri Ukasah Sulaeman SPd MSi, mengajak seluruh elemen mulai dari RT RW agar bergerak untuk memenangkan calon bupati Sumedang Moh Agung Anugrah.
“Meskipun begitu, kami masih menunggu sinyal dari DPP untuk rekomendasi untuk calon bupati Sumedang. Tetapi yang jales untuk calon bupati Sumedang kami sudah memiliki calonya,” ujarnya.

Sementara itu Moh Agung Anugrah sendiri, menyatakan sangat antusias untuk maju bersama Partai Gerindra dalam pilkada Sumedang 2018 mendatang. Dirinyapun menyatakan bahwa partai pengusungnya saat ini sedang berkomunikasi dengan PKS untuk membahas koalisi.

“Meskipun begitu saya terus berjuang untuk meningkatkan elektabilitas. Terus terang jika elektabilitas yang jelek dipastikan saya tidak akan maju ikut pilkada 2018 mendatang,” tutur Agung.

Pihaknya sangat yakin dengan terus bersosialisasi bersama kader dan masyarakat dalam menaikan elektabilitas. Termasuk di wilayah Cimanggung dan Jatinangor, yang merupakan kantong-kantong pendulang suara. Agung pun mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk bersama-sama membangun Sumedang.

“Saya bersama Partai Gerindra ingin merubah Sumedang ke arah yang lebih baik dengan cepat dan terstruktur. Saya yakin itu bisa dilakukan asalkan kita bersama-sama,” kata Agung disambut tepuk tangan peserta.

Sejumlah permasalahan pun menjadi sorotan pria yang akrab disapa Agung Progo tersebut. Diantaranya Sumedang dianggap puseur budaya (pusat budaya) Sunda, namun pada kenyataannya para budayawannya kurang sejahtera.

“Kebudayaan Sumedang sebetulnya lebih baik dari Purwakarta, tapi kenapa budayawannya kurang sejahtera. Ini kelas ada yang salah,” kata Agung.

Agung pun menggambarkan, permasalahan yang ada di wilayah Cimanggung dan sekitarnya. Dimana masyarakat sekitar berubah dari masyarakat pertaninan menjadi masyarakat industri karena melihat semakin banyaknya pabrik di wilayah tersebut. “Banyak pabrik di wilayah Cimanggung, tapi mereka kurang menyerap tenaga kerja lokal warga sekitarnya. Ini sangat disayangkan karena seharusnya warga setempat diprioritaskan,” ujarnya. (kos/her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed