oleh

Produksi Garam Turun 40 Persen

SUMEDANG – Aktivitas produksi pabrik garam dapur beryodium di Dusun Parumasan Desa Paseh Kidul Kecamatan Paseh, kini mulai menurun. Penurunan produksi pabrik garam yang dikelola PT Mitra Eka Sari Jaya itu, mulai terasa sejak awal tahun 2017 ini.

Pelaksana Administrasi PT Mitra Eka Sari Jaya Indra Komara menjelaskan, penurunan produksi garam disebabkan bahan baku yang dibeli mulai mengalami kenaikan harga. Bahan baku yang mahal terus berdampak terhadap kelangkaan bahan baku di pasaran.

“Harapannya awal Juli ini sudah panen garam, ternyata tak ada panen garam. Malah sebaliknya, bahan mentah semakin langka. Ini efek tak ada panen sepanjang tahun 2016 lalu,” jelas Indra saat ditemui kemarin (31/7).

Sementara stok untuk pengolahan produksi di perusahaannya, berasal dari beberapa pedagang bahan mentah garam yang ditampung di pabriknya. “Karena stok terus berkurang, maka produksi kita kurangi,” ungkapnya.

Terkait jumlah pekerja, menurut Indra, sampai saat ini jumlah pekerja di pabriknya tetap berjumlah 30 orang dengan sistem kerja kontrak. Hanya saja, metode dan jam pekerjaan mereka dengan sendirinya turut menjadi berkurang lantaran berkurangnya stok bahan mentah itu.

“Sepanjang 2016 lalu dalam setiap bulan pihaknya menjual garam bahan jadi ke para konsumen dengan jumlah antara 60 ton hingga 90 ton. Sekarang-sekarang setiap bulan tinggal dikurangi saja 40 persen dari antara 60 ton hingga 90 ton itu,” ucapnya.

Hasil penjualan dari produksi garam di PT Mitra Eka Sari Jaya, dinikmati para konsumen masyarakat Sumedang khususnya dan warga lainnya yang tersebar di sekitar Sumedang.

Sementara itu, seorang pedagang ikan pindang di kawasan Pasar Conggeang Dede Sumardi mengaku, akibat langkanya garam dan kenaikan harga garan di pasaran sangat berpengaruh pada penjualan pindang ikan lautnya. Penurunan produksinya pun mencapai 30 persen.

“Proses pembuatan pindang ikan laut sangat tergantung pada garam. Dengan kenaikan dan kelangkaan garam di pasaran sangat berpengaruh pada pembuatan ikan pindang,” jelasnya. Dede berharap hal itu tidak berlangsung lama. Pemerintah diminta segera mencari solusi yang tepat mengatasi kelangkaan garam. “Mudah-mudahan semuanya menjadi lancar kembali seperti sediakala,” harapnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed