oleh

Penutupan Jalan Diprotes Warga

CIMANGGUNG – Proyek jalan rabat beton di Jalan Raya Parakanmuncang, terus mendapat sorotan berbagai pihak. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Tegalmanggung Kecamatan Cimanggung, yang mengaku jalan menuju Desa Cimanggung, Tegalmanggung dan Sindulang, lumpuh total.

Salah seorang warga setempat Ayi Idang Safaat SH menyatakan, gara-gara proyek jalan provinsi dengan menggunakan rabat beton, aktivitas warga lumpuh. Jalan menuju Sindulang ditutup total karena ada pengerjaan rabat beton.

Padahal jalan Parakanmuncang-Sindulang tersebut merupakan satu-satunya akses jalan menuju jalan protokol. Ratusan bahkan ribuan warga, banyak yang beraktivitas di wilayah Bandung maupun Sumedang.

“Mereka selain buruh pabrik ada juga para pengusaha selain itu siswa sekolah rata-rata warga di tiga desa melintas lewat Parakanmucang salah satu akses menuju tempat beraktivitasnya. Jika ditutup seperti ini, mau jalan kemana lagi. Seharusnya ada kesempatan kendaraan melitas jangan malah ditutup total seperti ini,” tegas Ayi, kemarin (2/8).

Selain itu, akibat adanya penutupan jalan secara total, tentunya sangat merugikan apalagi yang usahanya mengandalkan kendaraan roda empat. “Coba bayangkan usaha saya bisa sampai rugi jutaan rupiah dalam sehari, karena kendaraan saya tidak bisa melintas dan terpaksa berhenti selama jalan rabat beton itu belum dibuka,” ucapnya.

Pihaknya meminta kontraktor bertanggung jawab, termasuk penanggung jawab dari Dinas PU serta konsultan pengawasnya. Jika tidak, sebaiknya mundur saja karena pengerjaan itu sangat merugikan masyarakat.

“Sebenarnya saya sangat mendukung pengerjaan jalan itu demi kepentingan masyarakat umum. Tetapi kalau caranya seperti ini menutup total satu-satunya akses jalan tentunya bisa merugikan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Ayi, masih ada jalan lain tetapi harus memutar melewati Desa Sindulang dan masuk wilayah Kabupaten Bandung. Itupun harus melintasi beberapa perkapungan dan perbukitan dengan jalan yang cukup terjal. “Itu tidak memungkinkan bagi sebagian warga yang akan beraktivitas setiap hari terutama pelajar dan buruh pabrik,” jelasnya.

Sementara itu pihak PU Provinsi Jawa Barat Ayi saat dikonfirmasi mengaku pengerjaan jalan sudah sesuai prosedur. Hanya saja jika ada sebagian warga merasa terganggu akibat aktivitas pengerjaan jalan, tentunya harus bisa memahami kondisinya.

“Berkaitan dengan pengecoran jalan menuju Sindulang. Akibatnya aktivitas warga terhenti beberapa hari. Itu tidak ada jalan lain selain dilakukan pengecoran secara permanen. Jika pengerjaanya sebelah-sebelah tetap akan kesulitan juga,” jelasnya.

Meskipun begitu, sedianya jalan tersebut seharusnya bisa dilalui setelah 21 hari. Kini akan dipercepat hanya 14 hari, karena rabat beton menggunakan pengering.

“Bahkan untuk kendaraan roda dua besok (hari ini) bisa melintas karena jalan sudah kering. Jadi hanya satu hari saja selanjutnya dilalui lagi tetapi hanya untuk roda dua,” jelasnya. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf apabila selama pengerjaan jalan rabat beton Parakanmucang, aktivitas pengguna jalan sedikit terganggu. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed