oleh

Ratusan Hektar Sawah di Ujungjaya Tak Bisa Ditanam

UJUNGJAYA – Memasuki kemarau, ratusan hektar sawah di Kecamatan Ujungjaya mulai mengalami kekeringan. Seperti sawah-sawah yang terdapat di Blok Dukuh, Gebang, Kubang Ami dan Gempol Desa Keboncau Kecamatan Ujungjaya. Kepala Desa Keboncau Hendi menyebutkan, sekitar kurang lebih 50 hektar sawah di ke empat blok tersebut, mulai terancam kekeringan. Kondisi itu mulai terasa semenjak musim kemarau datang.
“Mungkin sekitar dua atau tiga minggu ini sawah mulai kekeringan” ujarnya, kemarin (3/8).

Beruntung, kata dia, panen musim tanam lalu masih bisa dilakukan. Namun ketika hendak menanam padi lagi, air sudah mulai berkurang untuk sawah. Para petani sudah tidak dapat melakukan penanaman padi lagi. “Kami akan melakukan survey kepada anggota anggota kelompok tani terkait jumlah pasti sawah yang mulai kekeringan,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Cibuluh Sukirman menyatakan hal sama. Sekitar 200 hektar sawah tidak ditanami pada musim tanam saat ini, karena ketersediaan air di sungai-sungai mulai berkurang. Luasan sawah yang tidak ditanami lebih luas daripada sawah yang ditanami.

“Para petani hanya menanam sawah yang dekat dengan sumur pantek saja. Itupun selama ketersediaan air di sumur pantek masih ada,” jelasnya. Sukirman mengatakan, jumlah sumur pantek yang terdapat di Desa Cibuluh mencapai ratusan. “Keberadaan sumur pantek di wilayah Desa Cibuluh sendiri sangat berguna untuk mengairi sawah di musim kemarau seperti ini,” jelasnya.

Kondisi serupa diungkapkan juga Kepala Desa Kudangwangi H Aan Anhari. Hampir seluruh luas lahan sawah di desanya mengalami garung (kering) karena keterbatasan air di musim kemarau. Luas lahan sawah yang tidak ditanami padi mencapai sekitar 350 hektar. “Kalaupun bisa menanam padi, airnya harus menyedot dari Sungai Cimanuk. Hal itu tentunya membutuhkan biaya yang sangat mahal setiap musimnya,” jelasnya.

Sementara ini, para petani lebih banyak menyewakan lahannya untuk ditanami palawija. Seperti yang akan ditanam saat ini yaitu bawang merah. “Para petani bawang merah dari Brebes Jawa Tengah akan menanam padi di Desa Kudangwangi dengan luas lahan mencapai 30 hektar,” tukasnya.

Diharapkan Aan, dengan dibangunnya Bendung Rengrang dapat mengatasi kekeringan sawah di wilayah Kecamatan Ujungjaya. “Para petani di sini mengapresiasi dibangunnya Bendung Rengrang. Para petani sangat mengharapkannya agar sawah mereka tidak mengalami kekeringan di musim kemarau,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed