oleh

Belum Kering Sudah Dilintasi

SUMEDANG – Perbaikan Jalan Raya Parakanmuncang dengan rabat beton yang baru satu hari pengerjaan, dipaksa dilalui kendaraan roda empat. Padahal standar rabat beton itu baru bisa dilalui kendaraan standarnya setelah 21 hari. Bahkan bisa juga sampai 14 hari, jika coran atau adukan beton menggunakan cairan kimia khusus pengering. Akibatnya jalan yang seharusnya bisa permanen itu terancam rusak lagi.

“Jalan itu adalah satu-satunya akses jalan menuju perkampungan di tiga desa. Jadi tidak ada lagi jalan. Bisa saja muter lewat Bandung tapi terlalu jauh. Jika tidak segera dilintasi, aktivitas warga yang ada di Desa Cimananggung, Tegalmanggung dan Sindulang akan lumpuh,” kata salah seorang warga Cimanggung yang enggan disebut namanya, kemarin (3/8).

Menurutnya, bila menunggu kering hingga tiga minggu lamanya, hal itu akan mengganggu perekonomian. “Bayangkan usaha saya tiap hari mengangkut barang material bangunan kepelanggan. Jika berhenti satu hari saja berapa kerugianya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Suherman, 40, pedagang beras di Pasar Tradisional Parakanmuncang. Dirinya mengaku bahwa beberapa hari ini tidak bisa menyetok beras di tokonya, karena jalanya belum bisa dilalui. “Sekarang warga lainnya melintas walau pengecoran baru satu hari. Apalagi tidak ada petugas yang melarang di sekitar jalan itu,” ungkapnya.

Sementara itu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan IV Provinsi Jawa Barat Yayan, menyayangkan jika jalan yang baru satu hari dirabat beton sudah dilalui lagi. Padahal kata Yayan, standarnya adalah 14 hingga 21 hari.

“Paling minim tiga hari. Itupun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua (motor). Jika kendaraan roda empat apalagi truk, kami tidak menjamin jalan itu bertahan lama,” tuturnya. Pihaknya meminta semua pihak, agar peduli terhadap program yang sudah diturunkan pemerintah provinsi termasuk perbaikan infrastruktur jalan. Padahal sebelum melakukan pengerjaan jalan, sudah ada komunikasi terlebih dahulu dengan Forum Kamunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimka) Cimanggung .

“Jadi harapan kami semua ikut menjaga dan sama-sama memantau pemeliharaan jalan yang saat ini diperbaiki demi kenyamanan para pengguna jalan itu sendiri. Sekali lagi, jika jalan baru satu hari diperbaiki dengan rabat beton dan langsung dilalui kendaraan itu tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Perlu diketahui, kata Yayan, anggaran pembangunan Jalan Raya Parakanmuncang mencapai Rp 1,6 miliar. Perbaikannya sepanjang 1,2 kilometer yang rincianya 300 meter beton, 900 meter hotmik dengan lokasi Pasar Parakanmuncang dan Celom Gado.

Bahkan anggaran dan spek pengerjaan itu, sudah dipampang di papan proyek yang dipasang di dua titik awal pengerjaan dan ujung pengerjaan jalan. “Tapi sangat disayangkan papan proyek itu juga hilang entah kemana. Padahal sudah kami pasang di tempat yang terlihat oleh umum,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed