oleh

Aktivitas Angkutan Galian Dihentikan

SUMEDANG – Aktivitas angkutan tanah PT FP yang melewati ruas Jalan Raya Parakanmuncang-Warung Simpang kini dihentikan. Pemberhentian itu dilakukan setelah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan IV, memberikan surat peringatan kepada pengelola.

Pemberhentian dilakukan karena kendaraan truk pengangkut galian tanah diperkirakan melebihi kapasitasnya. Hal itu pun berakibat mempercepat kerusakan jalan. “Kami minta kegiatan pengangkutan tanah urugan dihentikan karena kegiatan PT FP tidak memilik Izin Serah Pakai Tanah (ISPT) ruang milik jalan (rumija),” kata Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan IV Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Bambang Sulistiabudi ST MM melalui stafnya Yayan, kemarin (4/8).

Menurutnya, kendaraan yang bisa melintas dengan sumbu terberat di ruas Jalan Parakanmuncang-Warung Simpang, maksimalnya seberat delapan ton. “Sedangkan angkutan tanah milik PT FP diperkirakan melebihi kapasitas sumbu terberat. Akibatnya bisa mempercepat kerusakan jalan karena jalan tidak bisa menahan berat beban yang belebihi delapan ton,” jelasnya.

Disebutkan, ruas Jalan Parakanmuncang-Warung Simpang ini merupakan ruas jalan provinsi. Sesuai dengan keputusan gubernur Jawa Barat Nomor 620/Kep.1086-Rek/2016 tanggal 4 November 2016. Tentang penetapan ruas-ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan provinsi, sehingga kewenangan penangananya berada pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

“Makanya kendaraan yang melintas di Jalan Parakanmuncang-Warung Simpang yang melebihi batas yang ditentukan, dilarang melintas,” tuturnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed