oleh

Kemarau, Warga Pilih Manfaatkan Pamdes

CIMANGGUNG – Kondisi Sungai Cimande saat ini mulai surut. Padahal Sungai Cimande merupakan sumber air bagi sebagian warga Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung. Termasuk perusahaan air milik pemerintah Kabupaten Sumedang, yang memanfaatkan air Sungai Cimande sebagai bahan baku utama bagi PDAM, dalam menyuplai air bersih kepada sebagian warga di Kecamatan Cimanggung.

“Belajar dari kemarau panjang yang pernah melanda wilayah kami beberapa tahun lalu, debit Sungai Cimande menjadi berkurang sehingga mengganggu suplai air bersih untuk warga. Meskipun sumber air dari sungai itu bukan sumber utama bagi warga kami,” kata Kepala Desa Cihanjuang Yuyus Yusuf, kemarin (6/8).

Untuk mengantisipasi musim kemarau warga diimbau agar mempersiapkan langkah antisipasi dalam penyediaan cadangan air. Seperti membuat embung atau bendungan, maka diharapkan cadangan sumber air bisa teratasi.“Beruntung saat ini warga tidak selalu megandalkan air dari Sungai Cimande saat musim kering. Itupun hanya untuk mencuci pakaian saja. Sekarang terbantu dengan adanya pengelolaan air milik desa (Pamdes),” katanya.

Meskipun begitu, pada musim kemarau saat ini, masih bisa teratasi air Pamdes. “Jadi tidak teralu parah seperti tahun sebelumnya. Sebelum kemarau terjadi, sebaiknya mulai dipikirkan penyediaan sumber air jangan sampai kemarau datang baru diprogramkan, karena saat ini mulai memasuki musim kemarau,” bebernya.

Menurut Yuyus, meskipun warga kekurangan air bersih, tetapi sejauh ini warga tidak sampai membeli apalagi memasang saluran air PDAM. Sementara itu Ketua Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) Jawa Barat Apih Jaja, menyatakan agar sebaiknya dari sekarang saat memasuki musim kemarau, harus dapat diantisipasi. Bahkan wilayah terparah yang sering dilanda kekeringan, adalah warga penduduk yang tinggal di Desa Cihanjuang, Desa Cikahuripan dan Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung.

“Ketiga desa itu menurut pantauan kami berada di sekitar pabrik. Sehingga sedikitnya ada dampak terhadap musim kering. Sedangkan dampak terparahnya, sulitnya mendapatkan air bersih,” terang Jaja.

Kesulitan mendapat air bersih itu, sangat beralasan karena memang ada diantara desa itu yang justru wilayahnya sangat berdekatan dengan pabrik, diantaranya warga yang tinggal di Desa Cihanjuang. Disekitar tempat itu, terdapat pabrik yang sebagian besar produksinya mengandalkan air bawah tanah dan Sungai Cimande.

“Ironisnya warga di sekitar itu tidak kebagian air, sebab sumur yang ada menjadi kering,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed