oleh

Safari Sang Pemimpin

KOTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyebut Cut Nyak Dien pahlawan hebat. Meskipun seorang wanita, namun pergerakannya merebut kemerdekaan sangat diperhitungkan kaum penjajah, sehingga dirinya diasingkan ke Sumedang hingga akhir hayatnya.

“Beliau rela menderita serta berkorban untuk negeri ini. Bahkan sisa hidupnya dimanfaatkan untuk mengajarkan Al-Quran kepada masyarakat Sumedang pada saat itu. Dengan penuh rasa hormat dan bangga, mudah-mudahan segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” katanya kepada sejumlah wartawan, disela-sela rangkaian kunjungan kerjanya yang bertema ‘Safari Sang Pemimpin, Cak Imin Tandang Ka Sumedang’, Sabtu (5/8).

Semoga, kata Cak Imin, masyarakat Sumedang terutama para tokoh dan pengurus PKB, dapat meneladani dan menjadi Cut Nyak Dien-Cut Nyak Dien baru yang akan membela bangasnya. “Menjadi pejuang yang ikhlas, pejuang yang siap menderita untuk rakyat dan negrinya, tanpa pamrih, tanpa rasa takut dan khawatir, meskipun ditengah keterbatasan dan kekurangan,” tuturnya.

Meskipun seorang wanita, lanjut Cak Imin, namun Cut Nyak Dien memiliki jiwa yang sangat kuat, tangguh dan tidak memiliki rasa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. “Semoga kita semua terutama kader PKB menjadi orang yang tidak pernah takut untuk masa depan, demi pengabdian dan perjuangan, tidak takut untuk membela NKRI menuju negeri yang Baldatun Toyyobatun Warobbun Ghafur,” kata dia.

Semoga jiwa, kemampuan dan keberanian Cut Nyak Dien mengalir dalam nadi pejuang-pejuang bangsa ini, khususnya para pejuang PKB. “Lebih-lebih, PKB di Sumedang tergolong mustad’afin, hanya memiliki dua kursi. Tapi tidak usah khawatir, Cut Nyak Dien saja yang hanya memiliki rencong dan doa, mampu mengusir kaum penjajah,” tuturnya.

Meskipun PKB dengan hanya bermodalkan dua kursi di DPRD Sumedang lanjut dia, namun anggota fraksi di DPR RI, para menteri dari PKB dan pemerintah, akan membackup-nya. sehingga PKB akan mampu memakmurkan dan memajukan Kabupaten Sumedang dimasa yang akan datang. “Tujuan politik kita, menjalankan amanah sesuai dengan yang diperintahkan Allah melalui Al Quranurkarim, serta menjadi khalifah di muka bumi, untuk memperbaiki dan merubah alam beserta segala isinya,” kata Cak Imin.

Dia meminta kepada seluruh kader PKB Jawa Barat, pada khususnya ketua Dewan Pimpinan Wilayah dan DPC Sumedang, untuk tidak takut dan khawatir dalam meninti masa depan yang penuh dengan tantangan.
“PKB lah yang akan menoreh tinta emas dalam kehidupan kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Membangun Pondok Prsantren
Untuk melanjutkan dan mengenang jasa-jasa Cut Nyak Dien, pihaknya berencana membangun Pondok Pesantren Al-Quran yang akan diberi nama Pondok Pesantren Al-Quran Cut Nyak Dien yang berlokasi di Sumedang.
Bahkan, keseriusannya itu, telah dia buktikan dengan penyerahan uang senilai Rp 200 juta kepada PCNU Kabupaten Sumedang untuk pengelolaannya. “Kami akan bangun Pondok Pesantren Al-Quran Cut Nyak Dien di tempat beliau mengajarkan Al Quran,” ucapnya.

Karena Cut Nyak Dien dinilai memiliki andil yang sangat besar dalam dunia pendidikan, khususnya ilmu baca Al-Quran. “Meskipun dalam keadaan sakit dan lemah, meskipun dibuang atau diasingkan penjajah, namun beliau masih mampu mengajarkan Al-Quran,” tuturnya.

Sehingga pihaknya bertekad untuk mengabadikan perjuangan Cut Nyak Dien sebagai guru ngaji. “Saya akan prioritaskan pembangunan ini, sebagai penerus perjuangan beliau (Cut Nyak Dien), semoga pembangunan pondok pesantren Al Qur an ini menjadi pahala bagi Almarhumah Cut Nyak Dien,” katanya. (nur/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed