oleh

Desa Sukajadi Raih Juara Tiga BBGRM se-Kabupaten Sumedang

Desa Sukajadi Kecamatan Wado mendapat penghargaan sebagai juara tiga lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) se-Kabupaten Sumedang. Hal ini dinilai pantas, karena desa yang dipimpin Dede Suhendar itu, memiliki nilai budaya gotong royong yang masih kental.

NILAI budaya gotong royong di wilayah-wilayah pedalaman, harus diakui ke kentalannya. Intruksi pemimpin sangat dipanuti masyarakatnya dengan catatan. Dan tentunya, seorang pemimpinnya pun harus selalu berada di tengah masyarakat.

Seperti Desa Sukajadi yang berjarak belasan kilometer ke Pusat Kecamatan Wado. Mereka selalu menjadikan gotong royong sebuah budaya yang enggan mereka tinggalkan. Apalagi ini bersifat membangun desa.

Saat melakukan pembongkaran kantor desa beberapa waktu lalu, masyarakatnya sangat antusias berbondong-bondong membongkar bagian kantor desa yang akan diperbaiki. Sampai-sampai, proses pembongkarannya bisa diselesaikan dalam jangka waktu yang singkat.

Bahkan kerumunan orang, kembali terlihat saat proses pengecoran bagian atap kantor desa itu. Hal ini jelas menjadi bukti nyata adanya kebiasaan bergotong royong pada kehidupan sosial masyarakatnya.

Kepala Desa Sukajadi Dede Suhendar menyebutkan, bahwa masyarakat di desa yang dipimpinnya itu punya karakter bergotong royong yang cukup kuat. Setiap ada pembangunan di desa yang perlu bantuan swadaya masyarakatnya, cukup satu kali intruksi masyarakat sudah bergerak.

“Kadang-kadang tanpa disuruhpun masyarakat di sini pasti datang untuk bergabung gotong royong. Memang ini salah satu budaya kami yang harus dipertahankan,” katanya. Bukan hal yang aneh, jika desa yang usianya sudah mencapai 35 tahun itu, mendapat penghargaan sebagai juara tiga lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) se-Kabupaten Sumedang yang dicanangkan pada Senin (7/8) lalu di Desa Neglasari Kecamatan Darmaraja.

“Sebuah penghargaan yang cukup membanggakan bagi kami, karena menjadi juara tiga se-kabupaten dalam bidang BBGRM,” ujar Dede. Dalam hal ini, pemerintah desa bersikeras untuk terus meningkatkan kualitas kebersamaan masyarakatnya. Bahkan setiap kegiatan di desa, pemerintah desa harus selalu menyiasatinya agar bisa dihadiri masyarakat banyak.

“Pembentukan karakter masyarakat itu bisa dilakukan dengan cara menyiasatinya dengan berbagai hal. Yang penting kita selalu berada di tengah-tengah mereka. Kalau kita mengintruksikan mereka untuk gotong royong, maka kita sebagai pemimpin harus memberikan dulu contoh untuk melakukan hal itu,” terangnya.

Dede menilai, bila masyarakat sudah merasa nyaman dengan kepemimpinan seseorang, maka bukan hal yang sulit untuk mengarahkan masyarakat ke hal yang positif. “Sulit dan tidaknya membentuk karakter masyarakat, itu dikembalikan lagi kepada kita selaku pemimpin,” tukasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed