oleh

Sejumlah Warga GPAA Tolak Baliho Balon

SUMEDANG – Ketua RW 12 Lingkungan Perumahan Griya Prima Alam Asri (GPAA) Desa Sindang Pakuon Kecamatan Cimanggung, menerima informasi lewat pesan whatsapp yang mengatasnamakan warga perumahan. Pesan itu menyampaikan pendapat perihal pemasangan baliho bakal calon (balon) bupati Sumedang pada area gerbang perumahan GPAA. Warga perumahan itu diantaranya H Hartono Subirto (Blok B.32), Muhammad Fikri R (C6), Abas Basri (B7), M Iqbal Ridha dan Anjas (C15).

Mereka berpendapat, sebaiknya baliho tersebut dicabut atau dipindahkan di luar wilayah perumahan GPAA. Sebab perumahan GPAA harus tidak terlibat dalam urusan politik praktis apapun. Perumahan GPAA, harus tidak terlibat dalam hal dukungan pada calon siapapun. Dan adanya pemasangan baliho salah satu bakal calon di area gerbang perumahan, dinilai akan memicu perpecahan sesama warga GPAA yang selama ini selalu bersatu.

“Sebagai warga GPAA, tidak ingin diasumsikan bahwa kami semua akan mendukung kepada calon bupati yang balihonya terpasang di gerbang area perumahan. Demikian pendapat kami sebagai warga agar kiranya menjadi perhatian bapak RW dan jajarannya. Atas pengertiannya, kami ucapkan banyak terima kasih,” isi pesan singkat itu.

Ketua RW 12 Dodi membenarkan adanya informasi yang disampaikan itu. Namun perlu dijelaskan, pihaknya berpendapat agar persoalan penolakan adanya baliho bukan kepada baliho tertentu tetapi untuk semua baliho. Hanya saja, yang menolak dengan alasan tertentu itu bagi orang tertentu saja sedangkan yang lainnya tidak ada masalah. “Dengan adanya baliho tentunya masyarakat bisa mengetahui siapa bakal calon pemimpin di Sumedang,” terang Dodi, kemarin (8/8).

Pihaknya, sudah memberikan pemahaman kepada warganya agar bisa memahami kondisi saat ini karena menjelang pilkada. “Jadi sudah tidak ada masalah semua sudah memahami. Kalaupun ada tim sukses akan memasang baliho, kami mempersilahkan asal sesuai prosedur,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang warga GPAA Muksin, 46, mengaku jika menolak pemasangan baliho itu hanya beberapa warga. “Buktinya saya juga warga perumahan tidak menolak. Silahkan saja siapapun yang akan pasang baliho, sebab negara kita negara demokrasi tentunya harus menghargai warga lainnya. Jadi jangan mengatas namakan warga semua karena hanya beberapa orang saja,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed