oleh

Kepengurusan YPSA Berpindah Posisi

KOTA – Prosesi serah terima aset Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) diwarnai kericuhan kecil, Kamis (14/12). Namun kejadian tersebut tidak berlangsung lama karena kedua belah pihak dilerai oleh keluarga YPS yang hadir.

Aset dan seluruh dokumen yang merupakan pengelola peninggalan kerajaan Sumeadng Larang itu diserahkan dari Koendraad Soeriaputra dan Kurnia Prawiradirdja (pengurus lama) kepada Hj. Aisyah Soeriadikoesomah (pengurus baru), sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Bandung, di Museum Prabu Geusan Ulun, Kota Sumedang.

Dalam kesempatan itu, berkas dan dokumen aset YPS, diserahkan dari pengurus lama ke Ketua Pembina YPS, Hj. Aisyah Soeriadikoesomah yang kemudian kembali diserahkan kepada Ketua YPS, Memet Rohimat.

Menanggapi itu, tokoh masyarakat Sumedang, dr. Noerony Hidayat menelaah jika persoalan aset tersebut, sebenarnya tak mesti sampai ke pengadilan.

Ia berharap, penyelesaiannya akan lebih baik melalui cara kekeluargaan.

“Aset tersebut, setahu saya sejak dari dulu dikelola oleh YPS. Ya, sejak 1968 ketika saya menjadi dokter du rumah yatim yang dikelola YPS,” tuturnya.

Ia melihat dari sisi Sumedang-nya, aset Pangeran Aria Soeria Atmadja itu, tetap menjadi ciri khas Sumedang.

Dikatakan, yang jelas dirinya hanya dorongan kekayaan budayanya saja.

Sementara, bicara soal aset disana itu, bukan hanya terkait tanah dan sawah.

Namun, Ia menelisik aset kebudayaannya, seperti museum dan YPS pun memiliki tanggung jawab unyuk memelihara budaya.

“Mudah-mudahan, tak lagi terjadi perselisihan. Ceritanya cukup panjang, disana ada yang memindahkan wakaf, menjadi waris dan biayanya pun dari yayasan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pembina YPS,Hj. Aisyah Soeriadikoesomah didampingi anggota pengawas YPS, Eko Sutiandi mengatakan, YPS sesuai putusan perkara catatan perdamaian pada tahun 1955, sebagai organ yang mengelola wakaf dan aset lainnya dan syah sampai saat ini.

“Jika ada yang mengklaim, itu tidak syah. Jika kami harus mendaftarkan, itu pun akan kami lakukan. Kami akan menginventarisir aset,” ucapnya.

Pihaknya akan memantau dugaan pemindah tanganan aset itu.

“Kami merasa memiliki legalitas yang syah dan kuat,” ujarnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed