FOTO BERSAMA: Pengurus Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Sumedang foto bersama usai Pelatihan Muharrik Masjid ke-III di Aula Masjid Agung Sumedang, kemarin. (IST)

PEWARTA: rilis/iaman nurman

LTM NU Gelar Pelatihan Muharrik Masjid

KOTA- Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Sumedang menggelar Pelatihan Muharrik Masjid ke-III di Aula Masjid Agung Sumedang, Minggu (27/12). Peserta yang hadir sejumlah 55 orang pengurus ta’mir Masjid dari dua kecamatan, yaitu kecamatan Sumedang Utara dan kecamatan Sumedang Selatan.

Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Ketua PCNU Sumedang, KH. Sa’dulloh, SQ., M.M.Pd . dalam sambutannya Sa’dulloh mengintruksikan kepada seluruh peserta yang hadir agar semua Masjid NU dipasang simbol simbol ke-NU-an. Seperti plang, stiker, kalender, dan lain-lain.

Ketua PCNU Sumedang, Sa’dulloh mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menginventarisir mana Masjid NU, mana yang bukan Masjid NU. Disamping untuk menjaga dari faham-faham yang tidak sesuai dengan Ahlu sunah wal jama’ah masuk ke Masjid itu. Hingga merubah amaliyah yang biasa dilakukan, seperti Qunut Subuh, baca Barzanji, adzan 2 kali ketika jum’at, tahlilan, sholawatan.

“Materi yang disajikan pada pelatihan ini, pertama Ke-ASWAJA-an dan Ke-NU-an. Manhaj Ahlissunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama meliputi: Dalam bidang Aqidah/teologi, Nahdlatul Ulama mengikuti manhaj dan pemikiran Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi. Dalam Bidang Fiqih/Hukum Islam, Nahdlatul Ulama bermazhab secara qauli dan manhaji kepada salah satu Al-Madzahib Al-‘Arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Dalam bidang Tasawuf, Nahdlatul Ulama mengikuti Imam al Junaid al Baghdadi (w.297H.) dan Abu Hamid al Ghazali (450-505 H./1058-1111 M.),” katanya.

Materi Kedua, tentang Muharrik Masjid, disampaikan oleh Ketua LTM NU Sumedang, Eman Sulaeman, SQ,. eman menjelaskan bahwa Muharrik (penggerak) Masjid harus senantiasa melakukan pengawasan terhadap Masjid-Masjid Nahdlatul Ulama. Jangan sampai faham yang di luar ajaran Ahlu sunah wal jama’ah bisa masuk di Masjid-Masjid NU.
Sebagai ikhtiar dari hal yag tidak diinginkan, maka pimpinan LTM NU Sumedang akan memfasilitasi untuk meng-SK-an semua masajid yang ada di kabupaten Sumedang dibawah Naungan PCNU Sumedang. Ada sekitar 1300 Masjid target untuk diberi SK.

“Kemudian jika masih ada masjid yang belum berbadan hukum, nantinya akan di urus hingga jelas legitimasi kepemilikan tanahnya,” terangnya.

Dalam pelatihan ini, hadir pula ketua DKM Masjid Agung Sumedang H. Doni Ahmad Munir, ST.,M.M. Dalam sambutannya Doni berpesan agar Masjid-Masjid NU itu menjamin keamanan dan kenyamana jama’ahnya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.