19 Jam Tertutup Longsor

19 Jam Tertutup Longsor

BERSIHKAN JALAN: Alat berat dari Dinas PUPR dan Damkar Kabupaten Sumedang diturunkan untuk membersihkan sisa longsoran di Betulan Tanjakan Sonokeling Kupel Dusun Cipeundeuy, kemarin.(ISTIMEWA)

PEWARTA: ATEP BIMO AS/IGUN/SUMEKS

**BPBD Minta Warga Tetap Waspada

JATINUNGGAL – Hujan dengan intensitas tinggi akhir-akhir ini, menuntut warga Sumedang untuk tetap waspada pada bencana longsor. Seperti yang terjadi di Jalan Perbatasan Cipeundeuy-Cimanintin di Kecamatan Jatinunggal yang mengalami longsor pada sekitar pukul 23.30, Sabtu (9/2).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah longsor yang menutup badan jalan di Betulan Tanjakan Sonokeling Kupel Dusun Cipeundeuy.

Hingga pukul 12.00, kemarin (10/2) warga dan aparat setempat masih berjibaku membersihkan longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutup jalan dengan alat seadanya. Sebelum bantuan dari Dinas PUPR dan Damkar datang ke lokasi kejadian. Lambatnya, Damkar ke lokasi kejadian lantaran menunggu supir.

Longsor menutup jalan sepanjang 50 meter, dengan tinggi 17 meter. Saat proses pembersihan, sejumlah roda dua juga terlihat memaksakan melintas, meski dengan hati-hati.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut,” ujar Kasi Darurat Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Yedi pada Sumeks, kemarin.

Disebut Yedi, salahsatu penyebab longsoran tebing di tanjakan itu lantaran curah hujan yang tinggi.

”Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari ini mengakibatkan longsor di daerah Tanjakan Sonokeling Kupel Dusun Cipeundeuy. Sehingga, akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat,” imbuhnya.

Yedi membenarkan, sebelum alat berat datang. Warga dibantu dengan aparat setempat bergotong royong untuk membersihkan material longsor.

Sementara untuk agar tidak licin jalan, BPBD meminta bantuan satu unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar). Untuk membersihakn tanah dan bebatuan menggunakan bechoe dari Dinas PUPR Kabupaten Sumedang.

”Untuk langkah awal masyarakat bersama aparat bergotong royong dengan peralatan seadanya membersihkan material longsor. Kemudian, Damkar Darmaraja turut membantu membersihkan material longsor dengan menyemprotkan air,” ujarnya.

Camat Jatinunggal Ate Hadan saat dihubungi mengatakan proses pembersihan material longsor tak menemui kendala. Karena di lokasi kejadian sudah ada peralatan berat dari Dinas PUPR Sumedang dan Damkar dari Darmaraja.

”Mudah-mudahan semuanya beres pada hari ini. Dan, jalan kembali bisa dilalui oleh warga,” terangnya.

Sekitar pukul 18.30 jalan penghubung Cimanintin-Cipeundeuy sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan kembali normal seperti semula.

”Terima kasih Bapak Bupati Sumedang, Kadis PUPR, Damkar, TNI – Polri, Pol PP dan masyarakat yang membantu proses pembersihan longsor,” tutup Ate Hadan.

Selain wilayah Jatinunggal yang rawan longsor, bencana serupa juga terjadi di Blok Pasir Sela Dusun Cimanglid RT 5 RW 5 Desa Wargaluyu Kecamatan Tanjungmedar, kemarin sore (10/2).

Danramil 1003/Tanjungkerta Kapten Inf Lilo Witjaksono, dalam siaran persnya menyebutkan, tebing setinggi delapan meter yang ditumbuhi pohon pinus mengalami longsor dan materialnya menimpa sebagian ruas jalan antara Subang-Sumedang sepanjang 7 meter.

”Dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, akan tetapi material Longsor menutupi sebagian ruas jalan Subang – Sumedang, sehingga arus lalulintas terhambat,” kata Lilo.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya untuk mengatur arus lalu lintas bersama Babinkamtibmas dan membersihkan material longsor bersama pemerintah dan warga setempat agar jalur lalu lintas utama penguhubung Subang-Sumedang dapat dilintasi kembali.

”Berkat dukungan dan kerjasama dari semua pihak dan menggunakan peralatan yang ada pada pukul 17:30 jalan itu dapat dipergunakan lagi dengan normal,” pungkasnya.

Semnatara itu selain Cimanintin dan Tanjungmedar, longsoran kecil juga terjadi di tebing Cadas Pangeran yang menggerus tunggul pohon dan batu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sumedang, H. Ayi Rusmana membenarkan adanya longsoran kecil di Cadas Pangeran.

Menurut pemantauan pihaknya, itu sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir. ”Diduga sebagai pemicu terjadinya longsor, akibat intensitas hujan yang terjadi di wilayah tersebut relatif tinggi,” kata Ayi pada wartawan, kemarin (10/2). (atp/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.