oleh

Parkir Sempit, Biang Macet

KOTA – Operasi simpatik penertiban parkir liar, pedagang kaki lima (PKL) dan pelanggar lalu lintas, mendapat respons positif DPRD Sumedang. Namun, para wakil rakyat ini, berharap kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan tindakan yang lebih tegas, tatkala pelanggaran tetap terjadi.

Seperti halnya dikatakan, Anggota Komisi A DPRD Sumedang Atang Setiawan. Sejumlah toko modern yang berada di pusat kota, diwajibkan memiliki lahan parkir sesuai peraturan daerah (perda).

Sebab, kata Atang, minimnya lahan parkir yang dimiliki, justru menjadi biang macet. Terutama, di sekitaran Jalan Jalan Prabu Geusan Ulun hingga Mayor Abdurahman.

Tak hanya toko modern, kata Atang, perusahaan plat merah pun diwajibkan mematuhi Perda terkait tata kelola parkir. “Jadi jangan tebang pilih juga, baik perusahaan swasta maupun pemerintan yang berada di sepanjang kawasan tertib lalu lintas (KTL), harus taat aturan. Dan, pemerintah juga harus tegas menegakkan aturan,” tegas Atang.

Sebab, menurut legislator yang juga menjabat ketua Banggar DPRD Sumedang ini, jika tidak ada tindakan tegas, maka kemacetan di wilayah perkotaan tidak akan ada habisnya.

Ia juga mengevaluasi, ketersediaan lahan parkir seharusnya menjadi salah satu syarat utama intansi terkait, dalam mengeluarkan izin. “Saat ini kan masih ada sejumlah toko besar di jalan protokol, mereka tidak punya lahan parkir, tapi kok diizinkan beroperasi,” ketusnya.

Selain itu, Atang juga mendorong Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Sumedang, untuk mulai melakukan rekayasa lalu lintas. “Dari tahun 1980-an, pusat keramaian di Sumedang tak pernah bertambah, terpusat di satu titik kawasan saja. Dishub harus berani melakukan rekayasa lalu lintas, sehingga pusat keramaian bisa terpecah,” tambahnya.

“Usulannya, jalur protokol mulai dari Bundaraan Alam Sari hingga Bundaran Polres, bisa satu arah. Sehingga, pusat keramaian bisa terpecah ke jalan lain, seperti Jalan Kebon Kol, Talun, Panyingkiran, dan Kutamaya. Nantinya, pusat-pusat perekonomian akan tumbuh dengan sendirinya,” pungkas Atang. (iqi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed