oleh

Tindak Pelanggar, Polisi Ajak Dispenda Gelar Razia

TANJUNGSARI – Puluhan pengendara motor dan mobil terjaring razia dalam Operasi Gabungan Dalam Rangka Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Sumedang 2016, di Alun-alun Tanjungsari, Selasa (15/3).

Razia yang digelar Polres Sumedang serta difasilitasi Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Sumedang itu cukup menyedot perhatian warga dan ratusan pengendara lain. Sebab, razia bersamaan dengan Dispenda lengkap dengan tenda pelayanan bayar pajak. Bahkan razia yang digelar sejak pukul 09.00 sampai pukul 14.00 itu dinilai warga mendadak dan tanpa sosialisasi.

Kapolres Sumedang AKBP M Nazly Harahap, melalui Kapolsek Tanjungsari Kompol Kusdi Wibisono, mengatakan kesadaran warga akan berlalu lintas masih kurang. Sebab masih banyaknya kendaraan yang terjaring razia

“Sekira lebih dari 50 pengendara roda dua dan empat, terjaring razia. Rata-rata mereka telat bayar pajak, dan langsung kami tindak bersama Dispenda Sumedang,” ujarnya kepada Jateks kemarin.

Selanjutnya, pengendaran yang terbukti melanggar lalu lintas, pihaknya memberikan sanksi tegas sesuai aturan. Sementara untuk pengendara yang tidak memenuhi kewajiban pajak kendaraanya, diwajibkan untuk membayar pajak di lokasi razia melalui Dispenda Kabupaten Sumedang.

Ia menambahkan, sebanyak 50 personil dari lima Polsek di wilayah barat Sumedang (Rancakalong, Jatinangor, Tanjungsari, Pamulihan dan Sukasari) dilibatkan dalam razia kendaraan tersebut.

“Targetnya, menciptakan kesadaran pemilik kendaraan untuk rutin membayar kewajiban pajak kendaraannya,” ucap Kusdi.
Ia menambahkan, Polres Sumedang dan Dispenda ikut serta untuk memberikan pelayanan kepengurusan pembayaran pajak kendaraan yang mudah dan efisien. “Kita sediakan tempat khusus bagi pengendara yang akan membayar pajak kendaraan,” tuturnya.

Kegiatan itu, kata dia, sudah menjadi agenda rutin kepolisian dalam tiga bulan sekali. “Ini kegiatan di bulan pertama dan Alhamdulillah hasilnya optimal,” ujarnya.

Sementara Kasi Dispenda Kabupaten Sumedang, Anton Suardi, mengatakan pengendara yang tidak bisa membayar pajak secara langsung ditempat, pihaknya dengan kepolisian langsung menahannya.

“Karena setiap pengendara tidak semuanya membawa uang, terpaksa kami tahan STNK kendaraan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam jangka satu minggu bila tidak bisa membayar pajak, pihaknya menyerahkan proses selanjutnya kesetiap wilayah. “Banyak pengendara yang dari luar Sumedang, sehingga jika mereka tidak bisa membayar dalam waktu yang telah ditentukan, kami akan diserahkan ke Dispenda wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Dengan adanya operasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengendara, agar lebih memperhatikan pajak kendaraan serta taat dan tertib lalu lintas. (cr9)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed