2019, Bansos Lebih Tinggi

Peliput/Editor: ASEP NURDIN/SUMEKS

2019, Bansos Lebih Tinggi

WAWANCARA: Sekretaris Korpri pada Kementerian Sosial RI Drs H Marsali SH di sela-sela acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH), di Ponpes An Nuur Sumedang Utara, Sabtu (24/11). (ASEP NURDIN/SUMEKS)

Upaya Penurunan Angka Kemiskinan

KOTA  – Pemerintah pusat menargetkan penurunan angka kemiskinan di 2019 mendatang. Jika pada per maret 2018 ini terjadi penurunan 9,82 persen, mata tahun depan ditargetkan 9,3 persen.

“Data BPS, terjadi penurunan sekitar 9, 82 persen per maret 2018. Capaian tersebut di antaranya karena bantuan sosial meningkat 87, 6 persen,” ujar Sekretaris Korpri Kementerian Sosial RI Drs H Marsali SH di sela-sela acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH), di Ponpes An Nuur Sumedang Utara, Sabtu (24/11).

Untuk PKH, dia mengatakan, realisasi bantuan sosial tersebut mencapai 90 persen. Menurut dia, digulirkannya bantuan tersebut, dinilai memiliki kontribusi dalam menurunkan jumlah angka kemiskinan di Indonesia.

“Untuk itu, kinerja penyaluran bantuan  yang berada di Kementerian Sosial, terus diupayakan agar efektif dan efisien. di antaranya melalui percepatan, November tuntas,” katanya.

Di tempat sama, Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Sumedang Drs H Asep Tatang Sujana  menyampaikan, sampai dengan 2018, jumlah penerima manfaat PKH di Kabupaten Sumedang mencapai 59.839 orang.

Dari jumlah tersebut, diwakili 350 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari Kecamatan Sumedang Utara. “Di ataranya 160 penerima Bantuan Sosial Disabilitas, 101 penerima Bantuan Sosial Lanjut Usia, dan 100.743 Keluarga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” kata Asep.

Lebih jauh, Asep menambahkan, bantuan sosial yang diserahkan dari Kementerian Sosial ke Kabupaten Sumedang untuk tahun 2018, sekitar Rp 230 miliar. Dengan klasifikasi bantuan yang diterima oleh KPM sebesar Rp 1.890.000 per tahun dan Rp 2 juta bagi Lansia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat.

“Bantuan diterima sebanyak empat kali dalam setahun yang penyalurannya dilaksanakan secara non-tunai melalui lembaga bayar Bank Rakyat Indonesia,” katanya. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.