oleh

Lewati Makan Siang, Jokowi Blusukan Temui Pasien RSUD

Bukan Jokowi bila tidak membuat “repot” para pengawalnya. Meski tidak ada dalam agenda, Presiden RI itu justru memanfaatkan kunjungan di Sumedang, dengan mendatangi RSUD Sumedang. Tentu saja, hal ini membuat sistem pengaman oleh pihak Paspampres, TNI dan Polisi, berubah. Berikut liputannya.

Siang itu, Kamis (17/3), seluruh petugas RSUD Sumedang terlihat sibuk. Direktur Utama dr Hilman Taufik, yang tampil rapi dengan pakaian batik Korpri plus kupiah, terlihat berdiri di depan pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tak hanya pegawai, puluhan aparat kepolisian dan TNI berpakain dinas dan preman, terlihat mondar mandir di sekitaran rumah sakit.

Ya, kesibukan yang mendadak ini, tidak terlepas perbahan mendadak agenda Presiden Joko Widodo selama berada di Sumedang. Dalam agenda yang diterima Redaksi Sumeks, selepas kunjungan ke Bendungan Waduk Jatigede, presiden yang akrab disapa Jokowi itu, dijadwalkan makan siang di RM Joglo, Cimalaka. Yang dilanjutkan menuju proyek tol di Citali, Pamulihan.

Entah bagaimana ceritanya, Jokowi justru melewati jamuan yang sebelumnya sudah disipakan di salah satu rumah makan ternama di kota tahu ini. Iring-iringan mobil kepresidenan justru hanya lewat di rumah makan itu, dan langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

Persiapan dadakan pun dilakukan manajemen RSUD. Tiba sekitar pukul 12.30, lelaki yang biasa mengenakan kameja putih itu langsung menyambangi pasien yang dirawat di IGD.

Bersama istri, Iriana, Jokowi menyita perhatian warga yang ada di sana. Ruangan rumah sakit menjadi penuh sesak oleh warga yang penasaran melihat sosoknya. Agenda kunjungan kerja di Sumedang, rupanya dimanfaatkan Sang Presiden untuk melakukan kunjungan mendadak. Jokowi dan rombongan memang menempuh jalur darat sejak berangkat dari Istana Bogor.

Lokasi pertama yang dikunjungi oleh rombongan Jokowi pada Kamis (17/3) ini adalah Bendungan Jatigede yang diresmikan beberapa bulan yang lalu. Namun setelah melanjutkan perjalanan lagi, rupanya Jokowi mendadak ingin meninjau RSUD Sumedang. Kedatangan Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana pun disambut sorak-sorai warga di sekitar rumah sakit itu.

Tentu saja, kunjungan ke RSUD ini tak ada dijadwal resmi Presiden Jokowi. Jika memang direncanakan dari awal, pastinya ada Menkes Nila F Moeloek yang diajak Presiden. Tetapi, jajaran kabinet yang ikut hanya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Seskab Pramono Anung, dan Jubir Presiden Johan Budi, serta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Jokowi dan Iriana pertama-tama masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat. Ruangannya terisi penuh dan setiap pasien dibatasi dengan kelambu saja.

Tampak seorang nenek bertubuh kurus terus memandangi Jokowi dan Iriana. Setelah disapa oleh Sang Presiden, si nenek tersenyum. Jokowi dan Iriana kemudian menuju ke ruang rawat inap. Ruangan sama penuhnya dengan IGD, ditambah lagi dengan para sanak saudara yang menjenguk.

Presiden dan Ibu Negara sesekali berpisah saat menjenguk para pasien. Kadang Jokowi di sisi kanan dan Iriana di sisi kiri, kadang sebaliknya, kadang pula bersamaan. Mungkin, memang kedua tokoh itu tak tampak membagi-bagikan obat, tetapi sapaan keduanya setidaknya membuat pasien tersenyum.

Jokowi juga berbincang-bincang dengan Dirut RSUD Sumedang dr Hilman Taufik.“Saya hanya ingin melihat pelayanan KIS, BPJS di lapangan seperti apa,” tutur Jokowi usai meninjau.

Di tengah ruangan pendaftaran BPJS Kesehatan, ada sepasang suami istri yang datang dari Desa Dayeuhkolot. Pak Ilyas dan Ibu Una keduanya berusia 70 tahun dan sedang antre untuk mendaftar BPJS Kesehatan. “Kami mau mendaftar supaya tidak ribet nanti-nantinya. Tadi bareng-bareng kemari naik (mobil) elf,” tutur Ilyas.

“Pak Jokowi nanti ke sini (ruang pendaftaran BPJS Kesehatan)? Saya tidak sangka tadi ada Presiden ke sini,” lanjut dia.
Sementara itu, kepada wartawan Jokowi mengatakan, masih ada kekurangan ruangan untuk melayani pasien. Dia menyebutkan, ruangan Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Sumedang banyak yang antre, namun ruangannya tidak cukup untuk menampung. Meskipun saat ini sedang ada pembangunan, dimana akan ada penambahan 154 tempat tidur, namun dia menilainya masih kurang.

“Saya sudah telepon Menteri Kesehatan agar RSUD Kabupaten Sumedang bisa dibantu, ada penambahan ruangan atau tambah RS,” ujarnya.

Selain melihat sarana prasarana RSUD Kabupaten Sumedang, kunjungannya itu juga untuk melihat pelayanan Kartu Indonesia Sehat. “Hampir semuanya menggunakan KIS. Kelas tiga juga sama, hampir 90% lebih pakai KIS. Saya tanya Direktur RS, semuanya tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sumedang menyatakan bangga RSUD Sumedang didatangi oleh orang nomor satu di republik ini. Meskipun dinilai masih ada kekurangan, namun pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Meskipun masih ada beberapa kekurangan, tapi kami komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan dibangunnya gedung baru, semoga cepat selesai sehin gga cepat pula digunakan untuk melayani masyarakat, “ terang Hilman.

Iapun menyambut baik pernyataan Presiden, yang memerintahkan Menkes untuk memberikan bantuan untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Sumedang. “Saya sangat berterima kasih kepada Pak Presiden. Alhamdulillah, saya berharap dengan bantuannya akan bisa meningkatkan pelayanan kami terhadaqp masyarakat, “ kata Hilman. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed