234 KK Belum Tersentuh Bantuan

234 KK Belum Tersentuh Bantuan

MENGHAWATIRKAN: Seorang korban longsor melintas di depan rumahnya yang nyaris ambruk di Dusun Ciwindu RT 02, RW 04, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, kemarin.

PEWARTA: sobar bahtiar

KOTA – Sudah hampir sepekan lebih bencana longsor dan banjir menimpa Kabupaten Sumedang. Namun, sebagian masih meninggalkan beban yang berat bagi sebagian korban bencana. Terlebih bagi mereka yang belum tersentuh oleh bantuan dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan Sumeks, masih ada sekitar 234 Kepala Keluarga (KK) korban bencana kemarin, yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan pemerintah Kabupaten Sumedang. Jumlah tersebut tersebar di dua Kelurahan, yaitu Kelurahan Kota Kulon dan Regol. Adapun rincian dari beberapa daerah tersebut diantaranya Darangdan dengan jumlah 98 KK, Burujul 8 KK, Ragadiem 26 KK, Gending 8 KK dan Regol Wetan 94 KK.

Diantara para korban tersebut, rata-rata mereka adalah yang menjadi korban banjir. Dan dari bencana tersebut, para korban harus rela mengalami kerugian akibat sejumlah barang yang ada dirumahnya mengalami keruksakan.

Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Dusun Ciwindu RT 02 RW 04, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Tarna. Dia harus pasrah dengan kerusakan yang menimpa rumahnya akibat bencana longsor.

Bahkan ia mengaku, hingga saat ini hanya melakukan perbaikan secara swadaya masyarakat saja. “Sekarang saya dengan masyarakat lainnya saling membantu saja dalam memperbaiki yang rusak-rusak. Seperti saat ini, kami sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat terkena reruntuhan benteng rumah saya,” katanya kepada Sumeks, Kamis (29/9).

Selain itu, Tarna juga mengatakan, jika pemerintah Kabupaten Sumedang belum mendatangi lokasi yang ada di wilayahnya. Bahkan sumbangan yang menumpuk di pengungsian Gor Tadjimalela pun belum dirasakannya.

“Belum pernah kesini, yang pernah baru Baznas Sumedang saja. Padahal disini ada 6 rumah yang terkena longsor,” ujarnya.

Oleh karena itu, para korban bencana longsor dan banjir  yang belum tersentuh oleh masyarakat, meminta pemerintah bisa turut membantu dalam meringankan beban mereka  yang membutuhkan bantuan.

“Ya kalau bantuan pemerintah, kami memang membutuhkannya. Karena, seperti sekarang, untuk bangun benteng saja tidak cukup dengan uang sedikit. Apalagi lokasinya jauh dari kota, sekitar 20 hingga 30 Km dengan ditambah akses jalan yang rusak,” tuturnya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.