oleh

Bupati Ajak Geliatkan Kopi Sumedang

KOTA – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, menghadiri Grand Opening Kafe Kopi Terbaik Drink of Happiness, di Jalan Kebonkol Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (19/2).

Jon Amin selaku perwakilan dari Kafe Kopi Terbaik dalam laporannya mengatakan, pemilik kafe adalah Iman Rohman dan Tauby yang keduanya merupakan pengusaha muda.

“Saya hanya mewakili beliau-beliau yang yakin mempunyai komitmen tidak hanya sebatas sebagai memasarkan kopi, tapi juga pola-pola pemberdayaan,” ucapnya.

Jon menambahkan, usaha tersebut merupakan salahsatu dukungan terhadap apa yang disebut bupati dengan “Coffee Movement” atau Pergerakan Kopi. “Kedepan ada program kopi terbaik. Tinggal menunggu tanggal mainnya, sebagai usaha untuk mengangkat dan mempopulerkan Kopi Sumedang yang luar biasa,” tuturnya.

Menurutnya, bupati dan jajarannya sudah melakukan upaya-upaya untuk mengangkat citra kopi Kabupaten Sumedang dan berkomitmen terus untuk mempromosikannya.

“Paling tidak, semakin banyak orang membicarakan kopi sebagai ispirasi tersendiri bagi Kabupaten Sumedang, sehingga para pegiat kopi di Sumedang akan semakin bergairah dan turut mengangkat dari sisi kesejahteraan,” ungkapnya.

Dia juga berharap, grand opening tersebut, menjadi suatu awal untuk bagaimana bisa menggairahkan cita rasa kopi di Sumedang. “Kita syukuri bahwa Kabupaten Sumedang ini dikasih oleh Allah SWT potensi, salahsatunya kopi bagaimana kopi sebagai produk yang bisa membanggakan Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir dalam sambutannya mengatakan, kehadiran dirinya bersama wakil bupati dan para kepala perangkat daerah, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha Kopi Sumedang.

Alhamdulilah, saya hadir bersama pak wakil bupati dan lima orang eselon II. Oleh karena itu, benar-benar harus menjadi yang terbaik, dalam kualitas, rasa, pelayanan dan harga yang kompetitif,” tuturnya.

Dony juga mengatakan, Kafe Kopi terbaik juga bisa menjadi yang terbaik dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan memberdayakan petani kopi. “Saya inginkan kehadiran usaha kopi ini benar-benar bisa memberdayakan pemuda dan pemudi di Kabupaten Sumedang, dalam bentuk menyediakan lapangan pekerjaan,” harapnya.

Bupati berharap, dengan grand opening Kopi Terbaik, dapat juga menggairahkan dunia kopi yang ada di Sumedang. “Semoga kehadirannya signifikan dengan lebih majunya dan berkembangnya citra Kopi Sumedang di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kafe tersebut bisa menjadi salahsatu alternatif bagi para pencinta kopi, masyarakat dan tamu yang datang ke Sumedang untuk menikmati Kopi Sumedang. “Saya berharap kafe ini bisa betul-betul menampilkan perfoma kopi Sumedang yang sesungguhnya,” ucapnya.

“Saya minta ada sesuatu yang beda di tempat ini dari pada yang lain. Ada kreatifitas dan inovasi. Silakan buat terobosan-terobosan yang out of the box sehingga memiliki competitive advantage (keunggulan dalam bersaing),” tambahnya.

Bupati pun berpesan kepada owner Kafe Kopi Terbaik, agar kopi yang ditampilkan dan dijual benar-benar kopi asli Sumedang, sehingga turut mengangkat perekonomian para petani Kopi Sumedang.

“Banyak jenis kopi dari Sumedang. Ada Manglayang, Rancakalong, Cibugel dan Citengah. Kalau menggunakan Kopi Sumedang  tentunya petani akan berdaya lagi dan lebih maju yang akhirnya bermuara kepada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Terakhir, bupati mengatakan, Sumedang telah mendeklarasikan dirinya sebagai Kabupaten Pariwisata yang menjadi tumpuan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Sebagai kabupaten pariwisata, kita mengajak semua pihak untuk bersama- sama menjadi bagian yang menggembangkan dan memajukan wisata di Kabupaten Sumedang. Kami sudah mencanangkan bahwa setiap dinas yang ada adalah dinas pariwisata sesuai dengan bidangnya. Setiap kepala dinas adalah kepala dinas pariwisata, dan semua program dan kegiatan adalah atraksi wisata,” ucapnya.

Ia pun telah meminta kepada para kepala SKPD, agar tiap program kegiatan yang ada di perangkat daerahnya masing-masing dapat menjadi bagian dari atraksi wisata.

“Contohnya Mal Pelayanan Publik (MPP) yang sekarang mulai banyak dikunjungi orang dari luar untuk studi banding. Bahkan Kemendagri dan Kementerian Keuangan telah menjadikan Mal Pelayanan Publik Sumedang sebagai tempat bagi magang dan pelatihan di dua kementerian itu,” pungkasnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed