oleh

Di Jatinangor, Penerima PKH Punya Mobil

JATINANGOR – Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di beberapa daerah termasuk di Jatinangor, masih ditemukan belum tepat sasaran. Salahsatunya, ada yang berprofesi sebagai RW, kadus, bahkan ada yang sudah memiliki kendaraan roda empat atau mobil.

Camat Jatinangor, Syarif Efendi Badar mengatakan, perlu evaluasi agar penerima PKH dan KPM tepat sasaran. Sebab data yang diperoleh ketika mendata KPM, merupakan data lama dan belum di-upgrade.

“Memang, di lapangan masih ada masukan dari masyarakat terkait kriteria penerima pemanfaat. Ada yang memang membutuhkan ada juga yang sudah mampu atau sudah tidak layak lagi,” katanya, kemarin (20/2).

Syarif menuturkan, berdasarkan kriteria tersebut, masih ada beberapa warga yang memang secara fakta, memerlukan bantuan dan ada juga yang sudah tidak layak menerima bantuan.

‌”Ada sekitar 3.697 penerima PKH dan KPM yang ada di Kecamatan Jatinangor. Dan semuanya akan kita evaluasi. Kita akan melibatkan TNI Polri yang ada di desa yang akan mendampingi proses pendataan penerima PKH,” tukasnya.

Camat menambahkan, kemarin, pihaknya menggelar rapat koordinasi Tingkat Kecamatan Jatinangor untuk percepatan graduasi mandiri Keluarga Penerima Manafaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat kecamatan ini untuk memudahkan penyaluran bantuan.

“Kegiatan hari ini (kemarin, red) kita evaluasi PKH dan KPM, karena di lapangan ada banyak masukan dari masyarakat terkait kriteria penerima manfaat,” tambahnya.

Dia juga menuturkan, berdasarkan kriteria tersebut, termasuk juga kondisi riil di lapangan, sementara masih ada beberapa warga yang memang secara riil memerlukan bantuan dan ada yang sudah tidak layak menerima bantuan. “Ada sekitar 3.697 ribu penerima PKH dan KPM yang ada di Kecamatan Jatinangor, dan semuanya akan dievaluasi,” tuturnya.

Terkait permasalahan tersebut, pihaknya bersama dengan pendamping pemerintah Desa unsur TNI dan Polri, Bhabinkamtibmas, Babinsa akan segera melakukan validasi di lapangan. “Sehingga yang sudah tidak layak untuk menerima kita usulkan ke kementerian untuk merubahnya  dan diberikan kepada yang betul-betul layak dan membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Herdi Herdiana selaku Koordinator Pendamping PKH se-Kecamatan Jatinangor menuturkan, rakor percepatan penyaluran sembako, untuk berusaha maksimal dalam pembagian kepada penerima program KPM.

Ia menuturkan, KPM dan PKH yang sudah mampu secara ekonomi, diharapkan untuk mengundurkan diri secara sukarela dari kepesertaan PKH.  “Di Jatinangor itu ada 3.069 warga penerima PKH, dan 3.697 penerima KPM, dan nantinya supaya penerima barang nutrisi dalam keadaan segar juga kualitas baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Sementara lanjut dia, yang mengelolanya, adalah mitra sosial seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tagana dan Karang Taruna. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. yuuukkk MABAR game dupa88,net guuys….
    seru asik dan bisa bikin bengkak tak terbatas rek tabungan kita juga,
    banyak bonus bonus yang bisa kita dapatin dan jackpot yang luar biasaaa….
    mau kaya ya di dupa88,net ajaaa bukan yang lain..
    Click Disini

News Feed