oleh

Gempa Gelar Dikpal Bagi Regenerasi Baru

CIMANGGUNG – Organisasi Gerakan Muda Peduli Alam (Gempa) sebagai komunitas pecinta lingkungan, terus berupaya menggelorakan lingkungan hijau. Tak hanya bidang lingkungan, organisasi yang berdomisili di Dusun Babakan Situ Desa Cihanjuang itu, aktif juga di bidang sosial. Baru-baru ini, Gempa menyelenggarakan Pendidikan dan Pengenalan Lingkungan (Dikpal) bagi regenerasi baru di Bumi Perkemahan Patambon Desa/Kecamatan Cimanggung.

Koordinator Gempa Jawa Barat, Dekki Ismailudin mengatakan, Gempa memang terlahir dari rasa keprihatinan pemuda pemudi Cimanggung terkait isu keruksakan lingkungan. Sebab, pertumbuhan penduduk dan menjamurnya lingkungan disinyalir menjadi penyebab kerusakan lingkungan.

Sebagai contoh, di daerah Sukadana, Sawahdadap, Mangunarga dan beberapa daerah di Kecamatan Cimanggung dan Sumedang, pembangunan marajalela tanpa memperhatikan dampak lingkungan. “Kami miris dengan kondisi alam saat ini. Entah lima atau sepuluh tahun mungkin bencana akan semakin rentan. Bagaimana tidak, pembangunan yang tidak disertai analisis dampak lingkungan akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada ekosistem,” katanya.

Sebagai organisasi lingkungan, kata Deki, Gempa siap mengadvokasi dan menjadi jembatan bagi rehabilitasi lingkungan kritis. Meski dia mengakui, Gempa lahir tanpa APBD atau bantuan pihak swasta mana pun. “Kami berdiri dengan kaki sendiri, ya meski berjalan step by step, kami akan terus berupaya menjaga lingkungan sebisa yang kami mampu. Jika masyarakat tidak keberatan, mari bergabung di Gempa untuk pendidikan lingkungan dan sosial,” ujarnya.

Sebagai ajang promosi, kata Dekki, Gempa juga berhasil mempromosikan Buper Patambon Desa Cimanggung yang tadinya kurang dikenal dan tidak terawat, menjadi terkenal dan sedikit terawat. Gempa juga, siap menjadi pendukung pemerintah dalam bidang pengembangan wisata alam dan rehabilitasi hutan. Semisal, jika pemerintah memerlukan bantuan relawan penanaman pohon, Gempa siap membantu.  “Alhamdulillah komunikasi dengan Pemerintah Desa Cimanggung sudah terjalin. Rencananya kami ingin mengembangkan Buper Patambon menjadi kawasan wisata alam tentunya ingin mendongkrak perekonomian di daerah ini,” tuturnya.

Meski demikian, Dekki pun mengakui sejauh ini respon pemerintah tingkat kecamatan dan Kabupaten Sumedang, dalam menyupport organisasi lingkungan ini dirasa masih kurang. Bahkan, kadang kala ada program yang berkaitan dengan lingkungan, Gempa tidak dilibatkan.  “Ada program penanaman pohon, penanggulangan bencana, kami kadang tidak diberi tahu. Meski pun kami tahu ada organisasi lingkungan dadakan yang sipatnya ingin menyerap anggaran. Tapi ini dibiarkan saja, karena kami tidak ada kepentingan apapun, kami hanya ingin membantu dalam menjaga kerusakan lingkungan,” katanya.

Dia pun membeberkan, Gempa tak pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk program ataupun dana sosial kelembagaan. Meski tanpa APBD, namun Gempa masih tetap berjalan sampai sekarang.  “Ya operasional kami hanya sebatas iuran anggota saja, bahkan penggalangan dana kalau ada bencana atau kegiatan sosial lain. Tapi alhamdulillah kami tidak mengemis ke pemerintah, toh dengan kaki sendiri juga bisa berjalan,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed