oleh

Jamaah Umroh Sumedang Terancam Gagal Berangkat

KOTA – Calon jamaah umroh asal Kabupaten Sumedang, hampir dipastikan tidak akan berangkat dalam waktu dekat. Padahal, agenda keberangkatan ada yang dijadwalkan pada awal Maret mendatang.

Mikdar Lugina, Owner Mansah Travel, mengaku masih memperjuangkan calon jamaah umroh agar bisa berangkat tahun ini. “Kami bersama seluruh travel di bawah amphuri, sedang memperjuangkan koordinasi dengan kedutaan Saudi,” ujar Mikdar yang membuka kantor di Kota Bandung ini.

Mikdar mengaku, banyak mendapat pertanyaan dari jamaahnya. “Tetap upaya diplomasi dan tauhid approaching masif disampaikan kepada jamaah umroh. Alhamdulillah semua jamaah memaklumi. Dan tetap berharap seraya berdoa agar tetap bisa berangkat,” tutur dai muda ini.

Sementara itu, Otoritas Arab Saudi mengeluarkan larangan dan menyetopan sementara ibadah umroh dari berbagai negara. Akibatnya, puluhan ribu calon jemaah Umroh dari Sumatera Utara tertunda dan berharap adanya solusi dari pemerintah.

“Dari grup WA kita. Saya mendengar ada jemaah yang sudah tiba di Saudi, malah ditolak dan disuruh balik ke Indonesia. Jumlahnya ratusan. Mereka sudah tiba di sana (Bandara King Abdul Azis) sejak berangkat,” kata Ketua ASITA Sumatera Utara, Solahuddin Nasution, Kamis (27/2).

Kata Solahuddin, begitu keluarnya pengumuman penghentian kegiatan umroh itu, calon jamaah Umroh dari Sumut sudah tiba di sana. “Mereka langsung ditolak masuk oleh otoritas Saudi,” lanjut Solahuddin.

Solah–sapaan akrabnya–mengatakan, peristiwa itu terjadi karena ketika otoritas Saudi mengeluarkan pengumuman, para calon jamaah Umroh tersebut sedang dalam perjalanan. Setibanya mereka di Saudi, tanpa kompensasi apapun, calon jamaah Umroh itu tetap saja ditolak otoritas Saudi.

“Jadi, di sana mereka seperti tidak diterima. Padahal baru masuk. Kasihan juga. Saya dengar juga, ada di Sumut yang berangkat hari ini juga tertahan. Pihak Kemenag RI sudah di bandara untuk menenangkan mereka dan menjelaskannya,” ujarnya.

Solah berharap adanya solusi bersama dari pemerintah kepada calon jamaah yang akan berangkat. Apalagi, biasanya satu bulan sebelum berangkat itu, semua travel agen sudah membayar lunas biaya maskapai termasuk akomodasi lokal di Saudi.

“Rugi jelas. Uang hangus jelas. Karena biasanya travel agen itu sudah mempersiapkan 1 bulan sebelum berangkat semuanya di sana. Termasuk maskapai dan pengurusan visa. Jadi, ini harus ada solusi bersama dari pemerintah,” jelasnya.

Solah berharap calon jamaah dapat memahami situasi ini termasuk upaya pemerintah dalam menenangkan masyarakat. Dia juga berharap adanya campur tangan pemerintah untuk melobi pemerintah Saudi Arabia dan berbagai pihak swasta yang terlibat di sana untuk membicarakan ini. “Opsinya ada dua. Refund atau penjadwalan ulang. Kita berharap itu. Pemerintah turun tangan juga atasi ini. Jangan cuma travel agen saja,” tegasnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari maskapai Garuda Indonesia yang menjadi langganan transportasi Umroh selain Saudi Arabian Airlines, mengaku ikut berimbas. Bahkan, saat ini ada pesawat Garuda Indonesia yang tertahan di Soekarno Hatta karena tidak bisa terbang ke Saudi.

“Ada beberapa pesawat kita hari ini (kemarin, red) yang tertahan di Jakarta tidak bisa berangkat. Karena memang kita mulai beberapa waktu belakangan ini, sudah melakukan keberangkatan Umroh secara terpusat di Jakarta,” tegas pejabat Garuda Indonesia di yang enggan namanya disebut.

Pemerintah Arab Saudi memang telah menghentikan sementara izin umrah dan wisata. Kebijakan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona. Dilansir Arabnews, para peziara yang telah mengunjungi Masjid Nabawi dan melakukan ritual keagamaan, langsung dihentikan.

Kebijakan Arab Saudi ini merupakan salahsatu cara batasan yang besara yang diumumkan pada Kamis (27/2) pagi. Otoritas kesehatan Arab Saudi memantau dengan cermat penyebaran virus. “Para turis atau peziara dari negara-negara yang dinilia memiliki risiko penyebaran virus corona yang tinggi, akan ditolak,” demikian bunyi pernyataan otoritas Arab Saudi.

Selain itu, warga negara Saudi dan warga negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dilarang menggunakan kartu identitas nasional untuk melakukan perjalanan ke dan dari Arab Saudi untuk sementara waktu.

Pengecualian untuk hal ini akan diberikan kepada orang Saudi yang ingin kembali ke negaranya dan warga negara-negara GCC yang berada di Arab yang ingin kembali ke negara asal mereka, asalkan mereka meninggalkan atau memasuki Kerajaan menggunakan kartu identitas nasional.

Sejumlah pengamanan diperketata. Otoritas kesehatan yang telah ditempatkan di sejumlah titik pintu masuk, akan memverifikasi negara mana yang dikunjungi wisatawan sebelum masuk ke Arab Saudi

Pejabat Saudi menekankan bahwa pembatasan itu bersifat sementara dan akan terus ditinjau oleh otoritas kesehatan. Mereka menegaskan kembali dukungan Kerajaan untuk dan implementasi upaya internasional untuk membatasi penyebaran virus, dan Kementerian Luar Negeri mendesak warga untuk tidak melakukan perjalanan ke negara-negara yang paling parah terkena virus corona.

Hampir 7 juta peziarah mengunjungi Kerajaan setiap tahun, sebagian besar dari mereka tiba di bandara di Jeddah dan Madinah. Sebelumnya, terungkap bahwa tujuh orang Arab Saudi di Bahrain dan Kuwait terinveksi virus corona. Kementerian Kesehatan Bahrain mengatakan enam wanita Saudi telah dites positif terkena virus.

Mereka tiba di Bandara Internasional Bahrain dengan penerbangan dari Iran. Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara ini mencapai 26. Studi di sekolah dan universitas telah ditangguhkan selama dua minggu dalam upaya untuk membatasi penyebaran virus.

Kuwait mengumumkan kasus pertama warga negara Saudi yang terinfeksi oleh virus tersebut. Pria itu, yang telah tiba di negara itu dari kota Mashhad Iran, telah ditempatkan di karantina selama 14 hari. Ada 26 kasus yang dikonfirmasi dari virus sampai saat ini di Kuwait. (red/dal/fin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed