oleh

Ustad Mualaf Isi Tablig Akbar di Al Ma’soem

JATINANGOR – Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW ke 1441 Hijriyah, Yayasan Al Ma’soem Bandung menggelar peringatan isra miraj dan Tablig Akbar yang diikuti 1800 siswa dan staf di Dome Al Ma’soem Jalan Bandung Garut Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor, kemarin.

Uniknya, penceramah dalam tablig akbar tersebut, mualaf yang juga keturunan chinese. Meski mualaf, penceramah tersebut sudah memiliki gelar kiayi haji.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung Dr Ir H Ceppy Nasahi Masoem MS mengatakan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad saw 1441 Hijriah di Yayasan Al Ma’soem Bandung rutin digelar tiap tahun dengan penceramah yang berbeda.

Tahun ini, lanjut Ceppy sengaja didatangkan ustad mualaf yang tidak dari lahir memeluk islam, dengan tujuan agar memotivasi kita lebih giat lagi dalam mengejar keridhoan Allah SWT.

“Peringatan Isra Miraj ini dalam rangka memperingati perintah shalat dengan harapan bisa meningkatkan iman dan takwa guna menghadapi persiapan bulan Ramadan,” katanya.

Menurut Ceppy, uama-ulama terdahulu pun sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadan. Mudah-mudahan penceramah bisa mengangkat bagaimana meningkatkan iman dan taqwa menghadapi bulan Ramadan.

“KH Mohammad Kholilulloh merupakan mualaf, artinya bukan muslim sejak lahir. Namun pemahaman agama, dan ahlaknya jauh lebih tinggi dari pada kita yang islam sejak lahir. Makanya, kita bisa mencontoh orang yang mualaf juga bisa seperti itu apalagi yang islam sejak lahir,” katanya.

Rajaban sendiri, lanjut Ceppy memperingati turunnya perintah shalat. Dalam shalat sendiri menyuruh tertib, disiplin, dan taat kepada ajaran agama Allah. Perilaku tertib harusnya dicerminkan pada kegiatan sehari-hari.

“Semisal jangan ngobrol ketika ada yang sedang berbicara. Mengerjakan sesuatu yang wajib dulu, jadi tertib itu disiplin,” ujarnya.

Berkaitan dengan merebaknya virus corona, umat islam tidak perlu hawatir. Sebab, insya Allah kalau wudhu dan shalatnya baik, maka tidak akan terkena virus corona. Sebab dalam Islam mengajarkan umatnya cuci tangan dan bersih- bersih lima kali sehari, jauh sebelum ada virus corona.

“Kalau orang lain menyarankan untuk cuci tangan dan bersih-bersih setelah ada Corona, kita sudah jauh jauh hari melakukan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Penceramah KH Mohammad Kholilulloh mengatakan ucapan terima kasih kepada pihak yayasan yang telah mengundangnya dalam acara ini. Sebab, antusiasme santri siswa dan staf Al Ma’soem sangat bagus. Sekitar 1800 san peserta hadir dalam acara Isra Miraj ini.

“Saya sangat kagum dan bangga dengan penyambutan semeriah ini. Tak terasa kita sudah menginjak bulan Rajab, sudah saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi bulan Ramadan,” katanya.

Menurut KH Mohammad Kholilulloh, umat islam rutin mengadakan peringatan Rajaban. Namun hakekat makna dari Isra Miraj sendiri nyatanya belum terlihat di masyarakat Indonesia.

“Semisal, peringatan Isra Miraj itu kan ulang tahunnya perintah sholat. Dalam hadis diterangkan sholat itu menjaga dari perbuatan keji dan mungkar. Namun setelah shalat kenapa masih banyak masyarakat yang melakukan perbuatan keji dan mungkar. Kenapa demikian, karena sholat kita hanya sebagai rutinitas hanya melaksanakan kewajiban,” katanya.

Shalat, kata Kiayi Kholilulloh itu harus didirikan bukan hanya dikerjakan. Apa bedanya mengerjakan dan mendirikan? Jelas beda, mengerjakan sholat pertama hafalkan syarat rukun, suci badan, menghadap kiblat, diawali takbir dan diakhiri salam.

Tapi pengertian mendirikan sholat yaitu orang yang sholat diimplementasikan dalam hidup sehari-hari. Orang yang mendirikan sholat, ketika sholat maka membaca surat-surat (perkataan) yang baik. Maka harus diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Jangan berkata kotor dan kasar.

“Contoh lain, ketika sholat harus memakai mukena menutup aurat, ketika diluar memakai baju seksi. Itu kan belum diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Artinya diluar sholat pun harus menutup aurat,” katanya.

Maka dari itu, lanjut KH Mohammad Kholilulloh, orang yang benar-benar mendirikan shalat dengan khusu, maka tidak akan terjerumus kepada perbuatan keji dan mungkar. Sebab, ada penghalang di hatinya untuk selalu ingat Allah dan perintahnya.

Sementara itu, pantauan Sumeks, para peserta mulai dari siswa SMP sampai SMA, guru dan staf Yayasan Al Ma’soem Bandung serius mendengarkan tausiyah dari KH mualaf itu. Kadang celoteh dan candaan penceramah membuat gelak tawa mustami Isra Miraj. (imn)

IMAN NURMAN /SUMEKS
HIDMAT: Sebanyak 1800 mustami mengikuti peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad saw 1441 Hijriah di Dome Al Ma’soem Kecamatan Jatinangor, kemarin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed